Krisis Selat Hormuz, IEA Sebut Peta Energi Global Bakal Berubah Total dalam 3 Tahun
📅 Jumat, 19 Jun 2026, 01:25 WIB | Oleh: AlfredMenurutnya, kekhawatiran terhadap keamanan energi akan semakin mendorong investasi pada energi terbarukan, pembangkit listrik tenaga nuklir, dan teknologi penyimpanan energi berbasis baterai.
Terkait penyelenggaraan Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP31) yang akan digelar di Turkiye tahun ini, Birol menilai ajang tersebut merupakan peluang besar bagi negara tersebut.
Ia menyebut sejumlah prioritas utama yang perlu didorong, antara lain meningkatkan tingkat elektrifikasi global dari 25 persen menjadi 35 persen pada 2035, mengurangi limbah hingga setengahnya dalam 10 tahun melalui agenda nol limbah Turkiye, serta mempromosikan metode memasak yang lebih bersih di Afrika.
“COP31 merupakan peluang yang sangat besar. Saya pikir COP31 adalah kesempatan untuk menunjukkan kepedulian kemanusiaan kita kepada dunia,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Bagi Turkiye, ini adalah peluang bersejarah sekaligus tanggung jawab bersejarah. Mengangkat kembali isu iklim yang belakangan semakin turun dalam agenda global merupakan langkah yang sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang kita junjung,” kata Birol.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!