Festival Film Indonesia 2026: Intip Perubahan Aturan Penjurian Film Cerita Panjang
📅 Jumat, 19 Jun 2026, 01:35 WIB | Oleh: AlfredJAKARTA - Komite Festival Film Indonesia (FFI) 2026 resmi merombak sejumlah aturan dalam mekanisme penjurian film cerita panjang dan dokumenter pendek untuk penyelenggaraan tahun ini, Kamis (18/6).
Ketua Penjurian FFI 2026 Budi Irawanto menjelaskan, langkah pemangkasan tahapan penilaian serta penyesuaian regulasi tersebut diambil demi memperluas keterlibatan sineas pemula sekaligus meningkatkan bobot kualitas karya yang berkompetisi.
"Yang pertama adalah bahwa ketentuan film yang boleh atau bisa mendapat adalah film yang diproduksi oleh perorangan atau badan hukum Indonesia lainnya," kata Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Sementara kolaborasi produksi dengan perusahaan asing masih diperbolehkan dengan catatan sebagian besar unsur kreatif film tersebut dikerjakan oleh warga negara Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemudian soal perubahan nama salah satu kategori menjadi Pencipta Lagu Tema Asli Terbaik sebagai upaya mengapresiasi pencipta lagu yang berperan serta memajukan perfilman nasional.
Kemudian adalah film yang didaftarkan telah tayang dan disaksikan masyarakat melalui bioskop maupun platform digital lainnya dalam kurun waktu mulai dari 1 September 2025-31 Agustus 2026 atau kurang lebih satu tahun.
Tak hanya itu, bila sebelumnya terdapat empat tahapan penjurian, maka tahun ini panitia memangkas tahapan menjadi tiga yakni seleksi awal, tahap nominasi serta tahap penentuan pemenang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tahapan penjurian ini diharapkan mampu menghadirkan pemenang yang unggul, berbobot, menghasilkan capaian teknis, artistik, tematik dan terbaik dalam perfilman Indonesia.
Perubahan lain yang juga dihadirkan yakni kategori film noncerita panjang, yakni dokumenter pendek memiliki Batasan minimal durasi yakni 10 menit, sementara pada FFI 2025 yakni 15 menit.
"Ini tujuannya adalah agar memberi kesempatan yang luas bagi para dokumentaris pemula berpartisipasi di FFI sehingga ikut mendorong perubahan film dokumenter di Indonesia," katanya.
Ia menambahkan bahwa esensi penjurian FFI akan tetap mempertahankan kombinasi penilaian kuantitatif dan kualitatif, mendudukkan film sebagai produk industri yang popular maupun sebagai karya budaya yang bernilai tinggi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!