Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perusahaan Teknologi AS Soroti Aturan AI Indonesia, Kemkomdigi Beri Penjelasan

📅 Kamis, 18 Jun 2026, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perusahaan Teknologi AS Soroti Aturan AI Indonesia, Kemkomdigi Beri Penjelasan Doc: Antara
Ket. Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru (AIKITA) Kemkomdigi Aju Widyasari (kanan) dalam sesi diskusi acara Indonesia AI Ethics Summit 2026 di Jakarta, Rabu (17/6).

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menjelaskan hal-hal yang disampaikan pelaku industri teknologi Amerika Serikat dalam konsultasi terkait rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Tata Kelola Pengembangan Inovasi Kecerdasan Buatan (AI) di Indonesia.

Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru (AIKITA) Kemkomdigi Aju Widyasari mengatakan konsultasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses penyusunan regulasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk penyedia teknologi global.

"Kemarin ada penyampaian secara formal dari US-ASEAN Business Council, US Chamber, dan juga pelaku penyedia teknologi AS yang mempertanyakan beberapa hal berkaitan dengan etika kecerdasan artifisial," kata Aju dalam sesi diskusi acara Indonesia AI Ethics Summit 2026 di Jakarta, Rabu (17/6).

Menurutnya, masukan yang disampaikan mayoritas berkaitan dengan aspek teknis penerapan etika AI yang nantinya akan diimplementasikan lebih lanjut oleh berbagai sektor.

Dalam konsultasi tersebut, pihak perusahaan AS juga meminta penjelasan mengenai mekanisme implementasi etika AI, instrumen yang digunakan dalam pengawasan, hingga standar yang menjadi acuan dalam penyusunan regulasi.

Selain itu, mereka mempertanyakan apakah prinsip-prinsip etika AI yang dirumuskan Indonesia telah mengacu pada standar internasional yang berlaku.

Menanggapi hal tersebut, Kemkomdigi menegaskan rancangan Perpres AI telah merujuk pada berbagai pedoman global, termasuk panduan etika AI ASEAN, UNESCO, IEEE, dan forum internasional lainnya.

"Mereka membutuhkan kejelasan apakah perumusan etika ini sudah melakukan benchmark dengan standar internasional. Sudah tentu iya, karena kita cukup aktif di forum-forum internasional tersebut," kata Aju.

Lebih lanjut, kepada pihak AS, Kemkomdigi menjabarkan berbagai hal seperti pembagian peran para aktor dalam ekosistem AI, mekanisme pengawasan, serta ketentuan pelaporan insiden yang diatur dalam rancangan Perpres.

Pihak AS juga menyoroti mengenai pelaporan insiden berdasarkan skala. Aju menegaskan, pemerintah tetap mempertahankan ketentuan pelaporan seluruh insiden AI, termasuk yang tidak tergolong berisiko tinggi.

"Itu sebetulnya yang salah satu menjadi perhatian oleh pihak AS karena mereka inginkan hanya yang high risk (risiko tinggi) saja yang dilaporkan. Menurut kami semuanya, karena kita itu masih dalam tahap belajar. Semua dilaporkan, karena (insiden) yang kecil-kecil pun kalau dibiarkan dia akan jadi besar," katanya.

Menurut dia, pendekatan tersebut diperlukan karena Indonesia masih berada dalam tahap pengembangan tata kelola AI sehingga setiap insiden dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pengawasannya.

Ia mengatakan, pihak AS dapat menerima penjelasan pemerintah mengenai substansi regulasi yang tertuang dalam rancangan Perpres AI.

"Sudah kami jelaskan secara formal juga dan pihak pengusul sudah bisa menerima apa yang ada di dalam rancangan Perpres," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.