Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Ayam Melonjak, Bapanas Turun Tangan Siapkan Subsidi Ongkir

3 Minggu, 04 Okt 2026, 18:55 WIB | Oleh:
Harga Ayam Melonjak, Bapanas Turun Tangan Siapkan Subsidi Ongkir Harga Ayam Melonjak, Bapanas Turun Tangan Siapkan Subsidi Ongkir Doc: ANTARA/HO-Bapanas
Ket. Komoditas daging ayam dijajakan pedagang di pasar.

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan subsidi biaya angkut distribusi daging ayam ras ke daerah yang mengalami gejolak harga guna mengantisipasi inflasi imbas lonjakan permintaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Minggu (4/10). 

"(Untuk) angkutan distribusi, kita bisa subsidi dari Bapanas, supaya penyerapan produksi dari tempat produsen yang lebih, bisa menyebar ke seluruh daerah," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Hermawan dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Komoditas daging ayam ras sepanjang September dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS) kembali menyumbang andil terhadap inflasi nasional. Hal itu dipengaruhi adanya peningkatan permintaan daging ayam ras didorong oleh kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa daerah dan juga faktor harga pakan ternak.

Sebagai antisipasi fluktuasi harga yang berlebihan, Bapanas menguatkan perannya untuk dapat membantu pemerintah daerah yang bukan produsen daging ayam ras dan tengah mengalami fluktuasi harga. Subsidi biaya angkut dari daerah produsen menjadi solusi yang disiapkan.

"Jadi begini, ini ada kebutuhan semakin banyak, mungkin dalam bulan-bulan terakhir terjadi kenaikan, tapi masih harga yang wajar, masih di batasnya, tidak secara keseluruhan. Di daerah pun masih banyak yang murah. Hanya tempat-tempat tertentu saja yang mungkin produsen ayamnya kurang," ujar dia.

Menurut Hermawan, salah satu kendala yang kerap dihadapi pemerintah daerah dalam upaya stabilisasi harga pangan pokok strategis adalah adanya biaya angkut distribusi dari luar daerahnya. Apalagi jika daerah tersebut bukan daerah sentra produsen.

"Bapanas memastikan mana daerah yang kurang (pasokan) akan disuplai dari daerah-daerah yang produsen. Kita anggaran masih ada," kata Hermawan

Mengenai perkembangan harga daging ayam sampai saat ini, dalam pemantauan harga Bapanas, per 2 Oktober 2026 rata-rata harga secara nasional berada di Rp40.961 per kilogram (kg).

"Ini sebenarnya telah terjadi penurunan 0,62 persen terhadap seminggu sebelumnya yang (mencapai) Rp41.218 per kg dan menurun 0,82 persen terhadap sebulan sebelumnya yang Rp41.300 per kg," katanya menjelaskan. 

Dilihat dari segi ketersediaannya, lanjut Hermawan, proyeksi stok daging ayam ras sampai akhir tahun 2026 masih dapat mencapai 1 juta ton.

Hal itu berdasarkan stok awal tahun 2026 yang berada di 200 ribu ton ditambahkan estimasi produksi dalam negeri setahun yang diperkirakan 4,7 juta ton. Sementara kebutuhan konsumsi nasional 3,9 juta ton.

Surplus pada daging ayam ras ini tentunya harus dijaga pemerintah secara proporsional. Keseimbangan harga mulai dari hulu sampai hilir patut dijaga kewajarannya. Intervensi di hilir seperti subsidi biaya angkut juga diiringi melalui intervensi di hulu yang menyasar ke peternak unggas.

Salah satunya melalui pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan. Langkah itu merupakan tindak lanjut atas arahan Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar jajarannya dapat terus terus mengawal ketersediaan jagung pakan bagi peternak.

Sebelumnya Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menginstruksikan Perum Bulog untuk terus melayani peternak unggas yang membutuhkan jagung pakan dengan harga lebih ekonomis.

Alokasi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan bahkan ditambah sebanyak 150 ribu ton.

Program SPHP jagung pakan tahun 2026 tahap pertama telah dimulai sejak awal Mei lalu. Total kuota salur ditetapkan sebanyak 213,2 ribu ton yang terdiri dari kebutuhan jagung pakan bagi kelompok peternak skala usaha mikro, kecil, dan menengah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.