Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Pertamax Naik, DPRD Kabupaten Bogor Imbau ASN Hemat Kendaraan Dinas

📅 Rabu, 17 Jun 2026, 01:05 WIB | Oleh:
Harga Pertamax Naik, DPRD Kabupaten Bogor Imbau ASN Hemat Kendaraan Dinas Doc: ANTARA/M Fikri Setiawan
Ket. Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

KABUPATEN BOGOR - Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara mengimbau aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah setempat untuk memperketat efisiensi penggunaan kendaraan dinas. Langkah taktis ini diambil guna mengantisipasi pembengkakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menyusul lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax.

Sastra di Cibinong, Selasa, mengatakan kendaraan dinas berpelat merah tidak diperbolehkan menggunakan Pertalite sehingga kenaikan harga Pertamax perlu direspons dengan langkah penghematan penggunaan kendaraan operasional pemerintah.

"Kami mengimbau seluruh ASN di Kabupaten Bogor yang menggunakan kendaraan dinas untuk melakukan efisiensi dan memanfaatkan alternatif transportasi lain jika memungkinkan," katanya.

Menurut dia, efisiensi dapat dilakukan dengan menggunakan moda transportasi alternatif, termasuk bersepeda ke kantor sebagaimana telah dicontohkan Bupati Bogor Rudy Susmanto melalui program bersepeda setiap Rabu.

Langkah penghematan tersebut dinilai penting agar peningkatan biaya bahan bakar tidak menambah beban anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

"Kenaikan harga Pertamax berpotensi membebani APBD sehingga upaya efisiensi perlu terus didorong," ujarnya.

Selain menghemat penggunaan kendaraan dinas, Sastra menilai kenaikan harga BBM dapat menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mulai mempertimbangkan penggunaan kendaraan listrik secara bertahap.

Ia mengatakan sejumlah kementerian dan lembaga pemerintah pusat telah memanfaatkan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya efisiensi energi dan pengurangan emisi.

"Kami perlu mempelajari aturan dan regulasinya. Jika memungkinkan, pemerintah daerah dapat mulai beralih secara bertahap ke kendaraan listrik," katanya.

Menurut Sastra, Kabupaten Bogor juga telah memiliki pengalaman dalam penggunaan transportasi berbasis listrik melalui armada bus listrik yang beroperasi di wilayah tersebut.

Ia menambahkan pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kabupaten Bogor berpotensi mendukung kebutuhan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah Bogor Barat.

"Kami melihat banyak kementerian dan lembaga sudah mulai beralih ke kendaraan listrik. Hal itu dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah ke depan," kata Sastra.
 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Utang RI Naik, Risiko Fiska...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.