FAO Ungkap Dominasi Asia dalam Lonjakan Produksi Akuatik Global
📅 Rabu, 17 Jun 2026, 19:15 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Produksi hewan akuatik menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung ketahanan pangan, ekspor, dan pertumbuhan ekonomi berbasis kelautan serta perikanan.
Peningkatan produksi mencerminkan berkembangnya kapasitas budidaya, pemanfaatan teknologi, dan efisiensi rantai pasok yang mampu memenuhi permintaan pasar domestik maupun global.
Namun, keberlanjutan pertumbuhan sektor ini juga bergantung pada pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, pengendalian penyakit, serta kemampuan pelaku usaha beradaptasi terhadap perubahan iklim dan dinamika pasar internasional.
Dengan pengelolaan yang tepat, produksi hewan akuatik dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus penguatan daya saing ekspor perikanan nasional.
Laporan "The State of World Fisheries and Aquaculture" edisi tahun 2026 menunjukkan Asia memimpin pertumbuhan produksi global hewan perairan dan alga, yang menyumbang 76 persen dari total produksi 235 juta ton di 2024.
Sebaiknya Anda baca juga:
Laporan dari Badan Pangan Dunia (FAO) itu dirilis pada Selasa (16/6) dalam acara Our Ocean Conference 2026 di Mombasa, Kenya.
Di tahun 2024, Asia menghasilkan 179 juta ton hewan perairan dan alga, dengan 130 juta ton di antaranya berasal dari akuakultur.
Akuakultur terus menjadi mesin utama di balik ekspansi global. Di antara tahun 2000 dan 2024, produksi hewan perairan budidaya meningkat 70 juta ton, dengan Asia menyumbang 90 persen dari pertumbuhan tersebut dan mempertahankan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata sebesar 5 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut laporan tersebut, kawasan Asia juga memimpin dalam produksi alga, yakni menyumbang 97 persen dari hampir 40 juta ton yang diproduksi dunia pada tahun 2024.
"Kepemimpinan Asia dalam produksi pangan perairan mencerminkan investasi selama beberapa dekade dalam akuakultur, inovasi, dan rantai nilai," kata Asisten Direktur Jenderal dan Perwakilan Regional FAO di Asia dan Pasifik Alue Dohong dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (17/6).
Alue menyampaikan seiring dengan terus meningkatnya permintaan global akan pangan perairan, kawasan Asia dapat memainkan peran kunci dalam memastikan pasokan yang stabil dan mendukung mata pencaharian jutaan orang.
Lebih lanjut, FAO mencatat selama dua dekade terakhir, produksi hewan perairan budidaya di Asia telah meningkat lebih dari dua kali lipat, yakni mencapai 91,5 juta ton pada tahun 2024.
Pertumbuhan tersebut terkonsentrasi di sejumlah negara dan dipimpin Tiongkok, yang menyumbang sebagian besar produksi regional dan global sebesar 57,6 juta ton budidaya hewan perairan. Sementara itu, negara produsen utama lainnya ialah India, Indonesia, Vietnam, dan Bangladesh.
Asia juga merupakan pemimpin dunia dalam produksi perikanan tangkap perairan darat dan laut untuk hewan perairan, dengan masing-masing menyumbang 51 persen dan 63 persen dari produksi global.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!