Tambak Berkelanjutan Jadi Kunci, Produksi Udang Berau Tumbuh 15 Persen
📅 Selasa, 16 Jun 2026, 18:45 WIB | Oleh: Tim PenulisBERAU – Upaya menaikkan produksi udang menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing sektor perikanan budidaya sekaligus meningkatkan kontribusi ekspor.
Peningkatan produksi tidak hanya bergantung pada perluasan lahan tambak, tetapi juga pada penerapan teknologi budidaya, efisiensi pakan, pengendalian penyakit, serta penguatan kualitas benih.
Jika dikelola secara berkelanjutan, kenaikan produksi udang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, dan memperbesar penerimaan devisa dari pasar global yang permintaannya terus meningkat.
Penerapan tambak ramah lingkungan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), melalui pendekatan Shrimp Carbon Aquaculture (SECURE) hasil kolaborasi dinas perikanan setempat dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), berhasil menaikkan produksi udang hingga 15 persen.
Salah satu lokasi penerapan SECURE berada di tambak milik Abdul Rahman di Kampung Pegat Batumbuk, Kecamatan Pulau Derawan, Berau.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami bersyukur karena panen kami rata-rata naik 15 persen setelah menerapkan SECURE, panen naik menjadi 115 kilogram udang windu, 141 kilogram udang bintik, 1,9 ton ikan bandeng, dan 50 kilogram kepiting bakau," ujar Abdul Rahman, pemilik tambak di Pulau Derawan, Kaltim, Selasa (16/6).
Ia mengatakan panen tambak yang terbaru dilakukan pada 3 Juni 2026. Sedangkan penerapan SECURE merupakan hasil pendampingan oleh YKAN bersama Dinas Perikanan Kabupaten Berau dalam kerangka program Solutions for Marine and Coastal Resilience in the Coral Triangle (SOMACORE).
Sebelum penerapan pendekatan SECURE, menurut Abdul, hasil panen udang windu di tambaknya rata-rata berada di kisaran 100 kilogram, namun ia bersyukur karena terjadi peningkatan sekitar 15 persen meski luas area budidaya telah menyusut hingga tersisa 20 persen dari luas semula.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan bahwa pendampingan yang diberikan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga memperkuat kapasitas petambak dalam mengelola tambak secara lebih efisien dan berkelanjutan.
Salah satunya melalui pelatihan pembuatan kompos dan mikroorganisme lokal (MOL) yang dimanfaatkan untuk menjaga kualitas lingkungan tambak. Ia pun berterima kasih karena memiliki pengetahuan baru
Hasil panen tersebut menunjukkan bahwa pendekatan budi daya berbasis ekosistem tidak hanya mendukung produksi komoditas utama, tetapi juga mendorong diversifikasi hasil perikanan yang memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat pesisir.
SECURE merupakan inisiatif yang dikembangkan YKAN bersama pemerintah daerah dan berbagai mitra, untuk mendorong transformasi praktik tambak tradisional menuju sistem budi daya yang lebih berkelanjutan.
Melalui pendekatan itu, sekitar 20 persen area dimanfaatkan untuk kegiatan budi daya, sementara sekitar 80 persen area lainnya dialokasikan untuk pemulihan dan perlindungan mangrove.
Keberadaan mangrove tidak hanya berfungsi sebagai penyerap karbon dan pelindung alami kawasan pesisir, tetapi juga berperan menjaga kualitas perairan yang mendukung produktivitas tambak dalam jangka panjang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!