Kenaikan BBM Nonsubsidi Ancam Inflasi, Ekonom Minta Pemerintah Siapkan Stimulus
📅 Selasa, 16 Jun 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim PenulisSementara itu, Guru Besar Ekonomi Mikro Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia, Eeng Ahman, menilai efisiensi penggunaan energi menjadi langkah paling realistis untuk menghadapi gejolak harga BBM.
Ia menjelaskan kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green tidak terlepas dari kenaikan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah serta pelemahan nilai tukar rupiah.
“Dalam jangka pendek, yang paling realistis adalah mendorong efisiensi penggunaan BBM, baik oleh masyarakat, pelaku usaha, maupun pemerintah,” kata Eeng.
Menurut dia, kenaikan harga BBM tidak hanya meningkatkan biaya produksi, tetapi juga memengaruhi pola konsumsi dan mobilitas masyarakat. Pelaku usaha, terutama UMKM di sektor transportasi, kuliner, dan jasa pengantaran, juga berpotensi menghadapi kenaikan biaya operasional yang dapat menekan produktivitas usaha.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena itu, selain mendorong efisiensi energi, Eeng menekankan pentingnya menjaga stabilitas BBM bersubsidi sebagai instrumen perlindungan sosial dan penopang daya beli masyarakat.
“Dalam jangka panjang pemerintah harus memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan kapasitas produksi energi domestik dan upaya mencapai swasembada energi,” katanya.
Ia menambahkan, penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang dilakukan oleh PT Pertamina merupakan langkah yang rasional dari perspektif ekonomi, namun dampaknya terhadap masyarakat tetap perlu diantisipasi melalui kebijakan yang tepat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!