Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Doktor ITS Kembangkan Model Ergonomis untuk K3 Konstruksi

3 Kamis, 16 Apr 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Doktor ITS Kembangkan Model Ergonomis untuk K3 Konstruksi Doktor ITS Kembangkan Model Ergonomis untuk K3 Konstruksi Doc: Istimewa
Ket. Ryan juga menyoroti bahwa prosedur keselamatan yang terlalu kompleks justru dapat menghambat implementasi K3 yang efektif.

SURABAYA - Laju pembangunan gedung tinggi di Indonesia masih dibayangi tingginya kecelakaan kerja akibat penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang belum optimal. Menanggapi kondisi tersebut, lulusan program doktoral Departemen Teknik Sistem dan Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Ryan Pramanda Isni mengembangkan model ergo-safety untuk proyek gedung bertingkat tinggi.

Ryan mengungkapkan, sistem keselamatan kerja saat ini masih cenderung berfokus pada aspek manajemen secara umum. Akibatnya, faktor penting seperti kondisi fisik dan mental pekerja seringkali terabaikan dalam praktik K3 di lapangan. “Selama ini, pendekatan keselamatan lebih banyak dilihat dari sisi sistem, padahal faktor manusia juga sangat menentukan,” ujarnya mengingatkan.

Lebih lanjut, Ryan menuturkan perlu adanya model yang mampu mengintegrasikan aspek manusia dan sistem kerja secara tepat. Untuk mewujudkan hal tersebut, dosen Universitas Samudra, Aceh ini menggunakan paradigma Human Interface System (HIS) dan Human Factor Analysis Classification System (HFACS). “Hal tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi pola penyebab kecelakaan melalui interaksi antara manusia dan sistem kerja,” paparnya.

Dari kedua paradigma tersebut, Ryan melibatkan 28 pakar konstruksi untuk melakukan penilaian mendalam terhadap kondisi 277 pekerja di lapangan. Hasil dari penilaian ini kemudian menjadi dataset utama dari model ergo-safetynya. “Data ini dapat memberikan landasan probabilitas yang kuat agar model simulasi risiko ini menjadi lebih akurat,” jelasnya. 

Selanjutnya, data tersebut diolah menggunakan metode Bayesian Belief Network (BBN) dengan Rstudio. Lelaki asal Langsa, Aceh tersebut menerangrkan bahwa melalui BBN hubungan antarfaktor data dapat dipetakan secara sistematis. Dengan demikian, faktor-faktor seperti kondisi pekerja, lingkungan kerja, hingga sistem organisasi dianalisis untuk melihat keterkaitannya.

Dari penerapan model ergo-safety tersebut, Ryan menemukan bahwa kondisi fisik dan mental pekerja menjadi faktor paling berpengaruh terhadap tingkat keselamatan kerja. Kelelahan serta tekanan psikologis terbukti meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada pekerjaan konstruksi. “Dari hasil analisis ini, perusahaan dapat merencanakan K3 yang lebih terencana dan efektif,” tegasnya.

Selain itu, Ryan juga menyoroti bahwa prosedur keselamatan yang terlalu kompleks justru dapat menghambat implementasi K3 yang efektif. Menurutnya, sistem yang efektif harus mudah dipahami dan diterapkan oleh pekerja konstruksi. “Peralatan canggih tidak akan efektif jika tidak didukung kemudahan penggunaan,” tambahnya.

Penelitian ini turut mendukung tercapainya komitmen Sustainable Development Goals (SDGs) pada poin ke-3, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Ryan berharap model ergonomi yang dikembangkannya dapat menjadi masukan dalam meningkatkan standar keselamatan kerja di sektor konstruksi. “Harapannya, model ini dapat mendukung tercapainya target zero accident secara berkelanjutan,” tandasnya optimistis. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Harga Cabai Rawit Rp93.650/Kg, Telur Ayam Rp29.300/Kg

42 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp93.650/...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.