Platform Baru Satukan Analisis Ancaman dan Pengujian Keamanan dalam Satu Alur Kerja
📅 Sabtu, 13 Jun 2026, 16:25 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Filigran
JAKARTA — Perusahaan pengembang solusi manajemen ancaman berbasis open-source, Filigran, meluncurkan XTM One, platform agentic AI-native yang dirancang untuk mengotomatisasi proses Continuous Threat Exposure Management (CTEM) dan membantu organisasi mempercepat respons terhadap ancaman siber.
XTM One hadir sebagai lapisan orkestrasi kecerdasan buatan yang menghubungkan dua platform utama Filigran, yakni OpenCTI dan OpenAEV, dalam satu alur kerja terintegrasi. Melalui teknologi ini, berbagai proses yang sebelumnya dilakukan secara manual dapat diotomatisasi, mulai dari pengumpulan informasi ancaman hingga validasi langkah pertahanan siber.
Selama ini, tim keamanan siber umumnya harus berpindah-pindah antara berbagai aplikasi untuk mengumpulkan threat intelligence, menyusun simulasi serangan, hingga memantau proses remediasi. XTM One dikembangkan untuk menghilangkan hambatan tersebut dengan mengoordinasikan agen AI yang bekerja di seluruh siklus manajemen ancaman.
Filigran menjelaskan bahwa platform terbarunya tidak hanya berfungsi sebagai asisten di masing-masing aplikasi, melainkan mampu mengorkestrasi berbagai agen AI agar dapat bekerja lintas produk secara otomatis.
XTM One dibekali sejumlah agen AI siap pakai yang dapat menangani berbagai tugas keamanan siber, termasuk pengumpulan dan pengayaan threat intelligence, peringkasan ancaman, pembuatan laporan, penyusunan serta validasi skenario serangan, hingga rekomendasi remediasi dan penyusunan dashboard.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui pendekatan tersebut, organisasi dapat mengidentifikasi ancaman yang paling relevan, menguji kemungkinan eksploitasi, serta memverifikasi efektivitas sistem pertahanan mereka melalui satu antarmuka terpadu.
Berdasarkan pengujian awal yang dilakukan Filigran, penggunaan XTM Platform mampu mempercepat siklus deteksi dan respons ancaman hingga 70 persen. Selain itu, waktu persiapan untuk pengujian keamanan ofensif juga diklaim dapat berkurang hingga 80 persen.
Senior Vice President Asia Pacific Japan (APJ) Filigran, Kevin Vanhaelen, mengatakan bahwa organisasi di Asia Tenggara saat ini menghadapi tekanan yang semakin besar akibat meningkatnya volume ancaman siber, keterbatasan tenaga ahli, serta penggunaan berbagai alat keamanan yang belum terintegrasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Organisasi telah banyak berinvestasi pada kemampuan deteksi, namun masih kesulitan menjawab apakah mereka benar-benar siap menghadapi ancaman yang menargetkan mereka saat ini," ujarnya melalui keterangan resmi pada hari Jumat (12/6).
Temuan tersebut sejalan dengan laporan State of Threat Management Filigran yang melibatkan 550 pengambil keputusan dan praktisi keamanan siber di berbagai negara, termasuk 50 responden di Singapura. Hasil riset menunjukkan hanya 31 persen organisasi di kawasan tersebut yang memiliki pandangan terpadu mengenai eksposur risiko siber mereka. Angka itu masih berada di bawah Amerika Utara yang mencapai 52 persen.
Selain itu, hanya 27 persen organisasi yang telah memanfaatkan threat intelligence untuk mendukung proses validasi keamanan yang dilakukan secara otomatis dan berkelanjutan.
Senior Manager of Solution Engineering Filigran, Damian Skeeles, menilai XTM One menjadi jembatan yang menghubungkan data ancaman dengan tindakan nyata yang dapat dilakukan organisasi.
Menurut dia, semakin banyak perusahaan yang mengandalkan tim cyber threat intelligence untuk menghadirkan pendekatan keamanan yang lebih terintegrasi dan terotomatisasi.
Selain kemampuan otomatisasi, XTM One juga dirancang untuk memberikan fleksibilitas dan kendali penuh kepada pengguna. Organisasi dapat membangun agen AI, alur kerja, hingga integrasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!