Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KSEI Gandeng Pegadaian, ETF Emas Bersiap Meramaikan Pasar Modal 2026

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pada 27 April 2026, OJK telah memberikan persetujuan atas permohonan PT Pegadaian untuk menjadi pemegang rekening KSEI.

Persetujuan ini menjadi landasan formal yang membuka jalan hadirnya milestone penting di pasar modal Indonesia, yaitu terbentuknya infrastruktur penyimpanan dan penyelesaian untuk efek EGR yang pertama kali diperkenalkan di Indonesia sebagai efek yang mendasari produk investasi ETF emas.

Setelah bergabung sebagai pemegang rekening KSEI, maka Pegadaian memperoleh wewenang untuk langsung mencatat EGR ke dalam sistem KSEI, yaitu The Central Depository and Book-Entry Settlement System (C-BEST).

EGR emas merupakan bukti kepemilikan emas digital yang dijamin oleh emas fisik dan dicatat secara elektronik di sistem KSEI yang didasari oleh emas fisik yang disimpan dan diadministrasikan oleh PT Pegadaian yang berperan sebagai institusi penyimpan emas yang telah mendapatkan izin sebagai penyelenggara kegiatan usaha bullion dari OJK.

Adapun transformasi EGR menjadi efek yang dapat diperdagangkan di pasar modal merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem investasi emas yang modern dan terintegrasi.

Bergabungnya PT Pegadaian sebagai pemegang rekening KSEI pada 2026 menambah total pemegang rekening KSEI menjadi 124, yang berdampak positif pada pendalaman pasar modal dan penguatan ekosistem keuangan nasional, termasuk potensi peningkatan total aset yang dikelola serta likuiditas di pasar modal Indonesia.

Seiring dengan itu, KSEI terus mengembangkan kapasitas sistem digitalnya guna memastikan infrastruktur yang andal dan adaptif dalam mengakomodasi dinamika pasar modal Indonesia ke depan.

Sebagai pemegang rekening KSEI dan bullion bank, Pegadaian juga memiliki peluang untuk mengoptimalkan perannya di pasar modal Indonesia melalui aktivitas pinjam meminjam efek, sehingga tidak hanya mendukung pengembangan ETF emas, tetapi juga meningkatkan likuiditas, efisiensi transaksi, dan pendalaman pasar modal Indonesia.

Sebagai pemegang rekening KSEI, Pegadaian juga menjadi enabler fitur produk ETF emas yang dapat dijadikan sebagai agunan melalui produk Pegadaian Gadai Efek yang telah melayani segmen investor ritel dan institusi sejak 2019.

Adapun produk Pegadaian Gadai Efek merupakan produk pembiayaan atas dasar hukum gadai dengan agunan saham dan obligasi yang diperdagangkan di BEI, sehingga masyarakat dapat tetap dapat mengoptimalkan momentum melalui pemenuhan kebutuhan jangka pendeknya dengan ETF emas maupun saham dan obligasi yang dimiliki sebagai agunan produk Pegadaian Gadai Efek.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Pelaku Tawuran dan Bullying...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

12 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.