Khofifah: Investasi Industri Substitusi Impor Perkuat Hilirisasi dan Buka Lapangan Kerja di Jatim
📅 Jumat, 03 Jul 2026, 19:10 WIB | Oleh: Tim PenulisBanyuwangi - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut investasi memperkuat industri substitusi impor sekaligus mendukung hilirisasi komoditas daerah.
"Industri substitusi impor ini menjadi harapan baru, setiap investasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja sekaligus memperkuat hilirisasi," kata Khofifah saat mengunjungi pabrik kemasan kaleng modern di Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi, Jumat (3/7).
Dia berharap keberadaan pabrik kemasan kaleng modern dengan nilai investasi sekitar Rp200 miliar dan menyerap ratusan pekerja lokal itu mampu memenuhi kebutuhan industri dalam negeri sekaligus memperluas pasar ekspor.
Menurut Khofifah, semakin banyak bahan baku yang diolah di dalam negeri maka nilai tambah yang dihasilkan juga semakin besar.
"Saya harap perusahaan ini semakin tumbuh, makin berkembang, makin sukses," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku bersyukur dengan hadirnya investasi baru tersebut dan Pemkab Banyuwangi berharap pula iklim investasi di Banyuwangi semakin kondusif.
"Kehadiran investasi seperti ini membuka lapangan kerja, menurunkan pengangguran dan pada akhirnya ikut menekan angka kemiskinan di Banyuwangi," katanya.
Bupati Ipuk menambahkan investasi di sektor pengolahan hasil laut juga sejalan dengan potensi Banyuwangi sebagai daerah perikanan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Oleh karena itu pemerintah berharap industri tersebut mampu meningkatkan nilai tambah hasil laut sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat," kata Ipuk.
Perwakilan PT Sunrise Masami Internasional, Sherly Indrawati Aminoto menjelaskan pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 50 juta kaleng per bulan atau setara 600 juta piece per tahun, dan seluruh produksi akan memasok industri pengolahan makanan termasuk kebutuhan ekspor.
Sebelum pabrik tersebut berdiri, lanjut dia, kebutuhan kemasan kaleng masih didominasi impor, dan kini perusahaan telah memroduksi bodi dan tutup kaleng di dalam negeri melalui kolaborasi dengan mitra dari Tiongkok.
"Dulu kebutuhan kaleng kami hampir 90 sampai 100 persen masih impor, sekarang kami bekerja sama dengan perusahaan dari Tiongkok untuk produksi bodi dan tutup kaleng di Indonesia sehingga lebih efisien," kata Sherly.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!