Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tanpa Baterai! Sensor Canggih Ini Bisa Ubah Cara Bertani di Indonesia

📅 Kamis, 16 Apr 2026, 10:30 WIB | Oleh:
Tanpa Baterai! Sensor Canggih Ini Bisa Ubah Cara Bertani di Indonesia Doc: Antara Foto
Ket. Dr.Eng Danang Kumara Hadi saat melakukan uji coba UHF RFID non-baterai untuk inovasi di sektor pertanian di Jepang.

Dosen Program Studi Teknologi Industri Pertanian Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember Dr.Eng Danang Kumara Hadi mengembangkan sensor Ultra-High Frequency Radio Frequency Identification (UHF RFID) non-baterai untuk inovasi di sektor pertanian.

"Saya mencoba menghadirkan terobosan teknologi mutakhir yang sangat relevan bagi pengembangan Internet of Things (IoT) dan pertanian modern," katanya di kampus setempat, Kamis.

Penelitian studi tingkat doktoralnya di Ibaraki University, Jepang itu menawarkan kebaruan berupa integrasi fungsi sensor dan pelacakan lokasi di dalam ruangan menggunakan satu sistem UHF RFID.

Jika teknologi RFID konvensional umumnya hanya digunakan untuk identifikasi barang dan membutuhkan baterai terpisah untuk fungsi sensor, inovasi yang dikembangkan memungkinkan satu perangkat kecil untuk melacak posisi sekaligus mendeteksi suhu dan kelembaban lingkungan tanpa baterai.

"Sistem itu bekerja hanya dengan memanfaatkan energi dari gelombang radio, sehingga lebih terintegrasi, sangat hemat energi, dan praktis tanpa perlu repot melakukan perawatan atau penggantian baterai," tuturnya.

Ia mengatakan inovasi tersebut untuk diaplikasikan secara langsung di sektor riil, khususnya untuk sistem pergudangan pintar (smart warehouse) dan pertanian cerdas (smart agriculture). Di daerah dengan basis agrikultur seperti Jember, teknologi itu memiliki potensi besar.

"Sensor RFID tanpa baterai ini dapat disebar di greenhouse atau fasilitas pertanian dalam ruangan untuk memantau suhu dan kelembaban lahan," ujarnya.

Pada sektor pascapanen, teknologi itu sangat vital untuk melacak posisi produk pertanian secara real-time di gudang logistik sekaligus memastikan bahwa kualitas produk tetap terjaga dalam standar rantai dingin (cold chain).

Ke depan, Danang berkomitmen untuk mengimplementasikan hasil risetnya ke dalam Catur Dharma Perguruan Tinggi Unmuh Jember serta membangun kolaborasi riset dengan industri dan institusi global.

"Konsep smart farming, IoT, dan analitik data merupakan kebutuhan mendesak saat ini," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Lorong Bendera Merah Putih di Tasikmalaya

9 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Lorong Bendera Merah Putih ...

Pelatihan pembuatan roti dan kue di Jakarta

14 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pelatihan pembuatan roti da...
Daerah
Gunung Lewotobi Laki-Laki A...
Rona
Pemusatan latihan Gita Baha...

Kejuaraan Seluncur Es Terbuka Asia 2026

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Olahraga
Kejuaraan Seluncur Es Terbu...

Realisasi PNBP Sumatera Selatan

34 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Realisasi PNBP Sumatera Sel...

Optimalisasi pengelolaan sampah TPS 3R

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Optimalisasi pengelolaan sa...

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.