Pemerintah Pastikan Jaga Harga Cabai Petani dan Stabilkan di Konsumen
📅 Kamis, 11 Jun 2026, 11:44 WIB | Oleh: Tim PenulisKetut menyebutkan Papua, Papua Selatan, Maluku Utara, Kalimantan Utara, Papua Tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, termasuk Maluku, kemudian Kepulauan Riau, Gorontalo, Papua Barat, Sulawesi Tenggara, harga cabai tingkat petani masih di atas HAP.
"Tentu ini adalah potensi-potensi yang bisa kita dorong panen-panen cabai merah keriting ke wilayah-wilayah tersebut," beber Ketut.
Sementara untuk Cabai Rawit Merah (CRM) memang terdapat penurunan produktivitas akibat anomali cuaca dan serangan hama/penyakit. Namun berpotensi ada penurunan harga karena adanya peningkatan produksi secara gradual.
"Dengan kondisi sekarang, mudah-mudahan dengan informasi dari teman-teman champion yang terus berproduksi, mudah-mudahan ke depan, harga sudah mulai agak relatif menurun sedikit," timpal Ketut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga memastikan kondisi pasokan hortikultura di Pasar Induk Keramat Jati (PIKJ). Ia optimis penurunan harga dapat mulai terjadi di bulan Juni ini.
"Pasokan di PIKJ, baik bawang merah maupun cabai, semua cabai relatif masih bagus. Tentu harganya masih agak di atas HAP tapi mudah-mudahan dalam bulan Juni bisa mulai menurun," imbuh Ketut.
Dalam Proyeksi Neraca Pangan, produksi CRM secara nasional bulan Juni ini diperkirakan mencapai 113,8 ribu ton. Kemudian akan meningkat di Juli yang diestimasikan dapat mencapai hingga 144,7 ribu ton.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!