Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Pastikan Jaga Harga Cabai Petani dan Stabilkan di Konsumen

📅 Kamis, 11 Jun 2026, 11:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Pastikan Jaga Harga Cabai Petani dan Stabilkan di Konsumen Doc: ANTARA
Ket. Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memegang cabai rawit merah.

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pemerintah terus menjaga harga cabai di tingkat petani tetap menguntungkan sekaligus menstabilkan harga bagi konsumen melalui penguatan distribusi, pasokan, dan intervensi pasar secara terukur.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengajak masyarakat memahami kondisi petani hortikultura karena harga cabai bersifat fluktuatif, yang pada waktu tertentu dapat mengalami penurunan tajam di tingkat petani.

"Seperti cabai (agak tinggi) mungkin karena distribusi. Tapi ingat, cabai terkadang harganya Rp80.000 sampai Rp100.000 tapi terkadang juga harganya jatuh. Jadi mungkin berilah kesempatan ke petani cabai juga, supaya recovery, modalnya kembali," kata Amran dalam keterangan di Jakarta, Kamis (11/6).

Amran menekankan hal itu dalam Rapat Koordinasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) cabai yang digelar Bapanas bersama Kementerian Pertanian dan berbagai asosiasi.

Salah satunya Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) melaporkan harga Cabai Merah Keriting (CMK) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ada yang masih di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP).

Dilaporkan petani cabai di DIY sedang memasuki panen raya CMK dan memperoleh harga sekitar Rp20.000 sampai Rp25.000 per kilogram (kg). Sementara HAP untuk CMK di tingkat petani ditetapkan pemerintah pada rentang harga Rp22.000 sampai Rp29.600 per kg.

Menyikapi dinamika harga cabai dan bawang merah, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menegaskan pemerintah terus mengupayakan stabilisasi harga baik di tingkat produsen maupun konsumen.

Menurut Ketut, stabilisasi harga tidak hanya ditujukan agar harga tetap terjangkau bagi masyarakat, tetapi juga memastikan petani memperoleh tingkat keuntungan yang layak dari hasil usahanya.

Ia menjelaskan kondisi pasokan cabai dan bawang merah saat ini relatif stabil sehingga menjadi modal penting bagi pemerintah untuk menjaga keseimbangan harga di pasar tanpa merugikan pelaku usaha tani.

Karena itu, pemerintah berupaya mendorong harga komoditas hortikultura tetap berada pada tingkat yang wajar dan tidak jatuh terlalu rendah, terutama saat produksi meningkat di sentra-sentra pertanian.

Ketut menambahkan apabila harga di tingkat petani berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP), pemerintah akan melakukan berbagai langkah penanganan agar harga kembali mendekati atau berada di atas acuan sehingga petani tidak mengalami kerugian dan tetap termotivasi meningkatkan produksi.

"Kita mengupayakan penstabilan harga. Artinya jangan terlalu murah, kita sepakat ke arah yang wajar, sehingga harga nyaman bagi petani," tutur Ketut.

"Kalau yang di bawah HAP, kita harus bantu. Tentu kita harus dorong untuk mendekati HAP atau minimal di atas HAP sedikit lah, sehingga petani tidak dirugikan. Jadi jangan sampai kita minta harganya turun terus, ternyata produktivitas rendah. Kasihan petani kita. Jadi harus kita wajarkan," tambah Ketut.

Salah satu langkah penstabilan adalah melakukan mobilisasi stok cabai dari daerah yang berlebih karena sedang panen dan ditujukan ke daerah dengan harga cabai yang sedang berfluktuasi. Keterhubungan kebutuhan seperti ini yang terus pemerintah bangun secara integral.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Pengguna Bus Transjabodetab...
Nasional
Pemerintah Pastikan Jaga Ha...
Nasional
OTT Muara Enim Berlanjut, K...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Buka Akses Global untuk Santri, Gubernur Khofifah Luncurkan Beasiswa LPPD Jatim 2026

Buka Akses Global untuk Santri, Gubernur Khofifah Luncurkan Beasiswa LPPD Jatim 2026

11 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.