Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

482 Zona Masuk Kategori Kemarau Lebih Kering

📅 Kamis, 11 Jun 2026, 03:07 WIB | Oleh: Tim Penulis

Melalui ratusan stasiun daerah tersebut, BMKG berupaya semaksimal mungkin memberikan pendampingan teknis kepada jajaran Pemerintah Daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga instansi penanggulangan bencana agar siap menghadapi kekeringan secara detail.

Pendampingan intensif dari stasiun BMKG di daerah ini dinilai krusial untuk membantu sektor riil masyarakat, khususnya para petani agar dapat merumuskan langkah taktis akibat mundurnya jadwal masa tanam pertama sebagai dampak kemarau panjang.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena mengungkapkan bahwa prediksi musim di Indonesia memiliki tingkat kompleksitas yang sangat tinggi akibat pengaruh interaksi tiga faktor laut berskala besar serta karakteristik geografis lokal yang unik.

Dijabarkannya, tiga faktor laut besar tersebut meliputi kondisi suhu muka laut perairan nusantara, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) di Samudera Hindia, serta El Nino dan La Nina di Samudera ­Pasifik.

“Suhu muka laut perairan Indonesia mempengaruhi karakter musim satu dua bulan ke depan. Lalu Samudera ­Hindia dengan IOD memiliki pengaruh terhadap curah hujan khususnya bagian barat, serta ­Samudera Pasifik dengan El Nino dan La Nina yang mempengaruhi curah hujan dalam skala inter-tahunan,” ­kata dia.

Dia menjelaskan bahwa faktor tersebut menjadi jauh lebih rumit ketika berinteraksi dengan kondisi geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan serta memiliki banyak bentangan pegunungan di bagian tengah pulau.

Kondisi topografi tersebut menciptakan banyak anomali iklim lokal yang sangat spesifik, seperti wilayah pesisir barat Sumatera yang curah hujannya terpengaruh oleh Bukit Barisan sehingga memiliki karakteristik yang bertolak belakang dengan wilayah di sisi timurnya seperti Riau dan Jambi.

Menurut dia, tantangan terbesar bagi BMKG dalam meningkatkan ketepatan prediksi musim saat ini adalah mengalkulasi bagaimana berbagai macam faktor global dan lokal tersebut saling mempengaruhi dengan tenggat waktu dampak yang berbeda-beda di wilayah tropis. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Sawah terdampak kekeringan di Banten

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Sawah terdampak kekeringan ...
Luar Negeri
Tiongkok Uji Terbang Protot...

Produksi rumput laut di Nunukan

2 jam lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Produksi rumput laut di Nun...
Open Dining of Jakarta, Wisata Kuliner Baru di Atas Bus dengan Panorama Ibu Kota

Open Dining of Jakarta, Wisata Kuliner Baru di Atas Bus dengan Panorama Ibu Kota

25 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.