FBI Desak Kamboja Perkuat Pembongkaran Pusat Penipuan Daring Transnasional
📅 Rabu, 10 Jun 2026, 15:20 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menegaskan komitmen terus mendukung upaya pemerintah Kamboja memberantas jaringan penipuan daring di Asia tenggara. Yaitu, melalui kantor perwakilan hukum FBI (LEGAT) yang telah menjalin kolaborasi erat dengan Komisi Kamboja untuk Memerangi Penipuan Daring (CCOS).
CCOS telah memberikan akses yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada FBI untuk meninjau langsung kompleks-kompleks penipuan yang telah digerebek aparat Kamboja. Kata Wakil Direktur FBI Andrew Bailey seraya menyebut, akses tersebut menghasilkan temuan penting terkait cara kerja jaringan kriminal internasional.
"CCOS telah memberi LEGAT kami akses yang belum pernah terjadi sebelumnya ke kompleks penipuan yang digerebek. Dan, bukti yang kami kumpulkan dari kompleks penipuan tersebut sangat luar biasa," kata Bailey dalam press briefing secara daring, Rabu (10/6) dari Bangkok, Tailan.
Bailey menjelaskan FBI akan terus memanfaatkan hubungan dengan CCOS untuk memperkuat pertukaran informasi. Sekaligus, mendorong pemerintah Kamboja meningkatkan intensitas operasi terhadap pusat-pusat penipuan yang masih beroperasi di negara tersebut.
Menurut dia, fokus utama FBI juga untuk menghancurkan jaringan kriminal yang berada di balik operasional pusat-pusat penipuan tersebut. "Fokus kami adalah mengganggu dan membongkar jaringan kriminal yang mengoperasikan kompleks-kompleks ini dan melindungi para korban," ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bailey menilai fenomena penipuan daring di Asia tenggara telah berkembang menjadi sebuah "ekosistem" kriminal yang kompleks. Bailey mengatakan kelompok-kelompok kriminal yang berbasis di Tiongkok memanfaatkan jaringan lintas negara untuk menjalankan operasi penipuan berskala besar.
"Mereka memindahkan orang, mereka memindahkan uang, mereka memindahkan teknologi, dan hasil ilegal di seluruh Tailan, Myanmar, Laos, Kamboja, dan sekitarnya. Organisasi-organisasi tersebut secara sistematis memanfaatkan lemahnya tata kelola pemerintahan, korupsi, serta perkembangan teknologi untuk memperluas aktivitas ilegal mereka,” kata dia.
FBI juga menyoroti keterlibatan sejumlah kelompok kriminal dan perusahaan yang disebut memiliki hubungan dengan pusat-pusat penipuan di berbagai negara. Bailey menyebut nama King's Roman Group, Prince Group, dan 14K Triad sebagai contoh entitas yang pernah dikaitkan dengan aktivitas kriminal lintas batas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Bailey, King's Roman Group sebelumnya telah dikenai sanksi dengan nama Organisasi Perdagangan Narkoba Zhaowei. Sementara itu, King's Roman dan 14K Triad disebut telah aktif selama bertahun-tahun di kawasan Asia tenggara dan terlibat dalam berbagai bentuk kejahatan terorganisasi.
Dalam upaya penegakan hukum, FBI mengaku terus berkoordinasi dengan berbagai mitra internasional untuk memburu pelaku penipuan daring. Kerja sama tersebut mencakup pertukaran intelijen, investigasi bersama, hingga operasi penangkapan lintas negara.
Salah satu operasi terbaru yang melibatkan FBI dilakukan bersama Departemen Kepolisian Dubai, Kepolisian Tailan, dan Kementerian Keamanan Publik Tiongkok. Operasi itu menghasilkan penangkapan 276 orang serta pembongkaran sedikitnya sembilan pusat penipuan yang menjalankan skema penipuan investasi mata uang kripto. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!