Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Riset Jadi Senjata Baru, Kementan-BRIN Bidik Peningkatan Swasembada dan Hilirisasi Pertanian

📅 Selasa, 09 Jun 2026, 15:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Riset Jadi Senjata Baru, Kementan-BRIN Bidik Peningkatan Swasembada dan Hilirisasi Pertanian Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Penyemprotan hama menggunakan drone di Probolinggo, Jawa Timur.

JAKARTA – Upaya mendukung swasembada dan hilirisasi pertanian menjadi strategi penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.

Swasembada tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga pada efisiensi distribusi, akses teknologi, dan ketersediaan sarana produksi bagi petani.

Sementara itu, hilirisasi memungkinkan komoditas pertanian diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi, sehingga meningkatkan pendapatan petani, memperluas pasar, dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.

Sinergi antara peningkatan produktivitas dan pengembangan industri pengolahan akan menjadi kunci dalam menciptakan sektor pertanian yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

Kementerian Pertanian bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kolaborasi strategis dalam penyelenggaraan riset, inovasi, dan hilirisasi hasil penelitian pertanian guna mendukung percepatan swasembada pangan serta pengembangan hilirisasi pertanian yang berkelanjutan.

"Kementerian Pertanian dan BRIN sudah sepakat untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi khususnya dalam riset dan hilirisasi hasil riset produk-produk pertanian," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Selasa (9/6).

Penguatan sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementan dan BRIN yang membuka ruang kerja sama lebih luas bagi para peneliti untuk mengembangkan berbagai inovasi pertanian yang berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Amran mengatakan kolaborasi antara Kementan dan BRIN merupakan langkah penting dalam memperkuat fondasi pembangunan pertanian nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Hari ini alhamdulillah ini pertemuan yang sangat bersejarah. Melalui kesepakatan ini, insya Allah periset BRIN kita dorong dan kita semangati untuk bisa memberikan kontribusinya dalam pembangunan pertanian dan pencapaian swasembada pangan secara lebih konkret lagi," ujar Amran.

Menurut Mentan, kerja sama tersebut menjadi payung penting untuk mempercepat lahirnya inovasi dan teknologi pertanian yang mampu menjawab berbagai tantangan sektor pangan nasional, mulai dari peningkatan produksi hingga adaptasi terhadap perubahan iklim.

"Para periset kita bisa bekerja di mana pun di fasilitas yang dimiliki oleh Kementerian Pertanian sehingga kolaborasi, komunikasi, dan sinergitas antara Pertanian dan BRIN semakin kuat. Tujuannya satu, yaitu memberikan dukungan untuk tercapainya ketahanan pangan," katanya.

Mentan menegaskan ketahanan pangan tidak hanya mencakup komoditas padi, tetapi juga hortikultura, perkebunan, peternakan, serta berbagai subsektor lain yang menjadi penopang ketersediaan pangan nasional.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kolaborasi tersebut, Kementan membuka akses penuh bagi para peneliti BRIN untuk memanfaatkan laboratorium, balai penelitian, dan fasilitas yang dimiliki Kementerian Pertanian di seluruh Indonesia.

Seluruh laboratorium, lanjut Amran, dan Kantor Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian yang berada di 38 provinsi bebas digunakan oleh para peneliti dari BRIN seluruh Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

Jeda Internasional Dimanfaatkan PSIM untuk Berbenah Diri

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Jeda Internasional Dimanfaa...

Formula 1 Pangkas Jarak Balapan Mulai 2027

29 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Formula 1 Pangkas Jarak Bal...

Antikorupsi Diedukasikan kepada para Aparatur Desa Bogor

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Antikorupsi Diedukasikan ke...

Mbappe Terus Tunjukkan Keyakinan Raih Ballon d'Or 2026

49 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Mbappe Terus Tunjukkan Keya...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.