Kemenkes Dukung 4 Langkah Baru BGN Tata Makan Bergizi Gratis
📅 Selasa, 09 Jun 2026, 16:50 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan dukungan penuh terhadap empat langkah strategis yang akan dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menata ulang pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dukungan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang bersama dua Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono, di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (9/6).
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, Nanik memaparkan sejumlah langkah yang akan ditempuh BGN untuk memperkuat pelaksanaan program MBG sekaligus menghadirkan wajah baru lembaga tersebut. Pertemuan juga dihadiri Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus beserta sejumlah pejabat eselon Kementerian Kesehatan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi arah kebijakan yang disusun pimpinan baru BGN. Menurutnya, langkah-langkah tersebut penting untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
"Saya sangat mendukung dan mengapresiasi langkah-langkah yang telah ditetapkan jajaran pimpinan baru BGN," kata Budi Gunadi Sadikin.
Empat langkah yang akan dijalankan BGN meliputi refocusing penerima manfaat, moratorium pembangunan dapur baru, pembenahan dapur yang telah beroperasi, serta penyusunan skema baru pelaksanaan MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kebijakan tersebut disiapkan sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan program yang telah berjalan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Nanik menjelaskan bahwa fokus penerima manfaat program MBG ke depan akan diarahkan kepada kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Karena itu, pihaknya membutuhkan dukungan Kementerian Kesehatan, baik dari sisi data, konsep program, maupun sumber daya ahli yang berkompeten di bidang kesehatan dan gizi.
"Untuk refocusing penerima manfaat, kami memerlukan dukungan Kementerian Kesehatan. Sebab fokus sasaran penerima manfaat MBG ke depan adalah kalangan 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita), yang menjadi domain isu Kemenkes," ujar Nanik.
Menanggapi hal tersebut, Budi menyatakan kesiapan Kementerian Kesehatan untuk mendukung penuh langkah BGN. Dukungan tidak hanya berupa sinergi data dan program, tetapi juga penyediaan tenaga ahli kesehatan dan gizi anak guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Silakan siapa pun yang dipilih, kami menyiapkan yang terbaik, silakan Ibu yang memutuskan," tutur Budi.
Dalam kesempatan itu, Nanik juga memperkenalkan dua Wakil Kepala BGN yang baru, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan di BGN akan dijalankan secara kolektif kolegial dengan mengedepankan pengambilan keputusan bersama.
"Saya hanya sebagai 'ketua kelas' saja. Semua akan kami putuskan bersama," kata Nanik.
Menteri Kesehatan turut menyambut positif susunan kepemimpinan baru BGN. Menurutnya, kombinasi pengalaman di bidang audit keuangan dan kepemimpinan militer akan menjadi modal penting dalam memperkuat tata kelola serta pelaksanaan program strategis nasional tersebut.
"Bu Nanik sangat beruntung didampingi seorang auditor keuangan kawakan seperti Ibu Arum ini," ujar Budi.
Nanik menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Kementerian Kesehatan. Ia berharap kolaborasi antara BGN dan Kemenkes semakin erat dalam mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat serta mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!