Ekonomi Syariah Indonesia Dinilai Belum Optimal karena Kurang Integrasi
📅 Selasa, 09 Jun 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis“Kontribusi industri halal terhadap perekonomian nasional sangat besar, 27 persen bagi PDB nasional. Ini menunjukkan bahwa halal bukan hanya urusan sertifikasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia,” ujarnya.
Menurut Haikal, kontribusi ekonomi halal sering kali tidak terlihat secara langsung oleh masyarakat, padahal dampaknya sangat besar terhadap sektor produksi, perdagangan, distribusi, hingga konsumsi nasional.
Ia menegaskan bahwa konsep halal tidak hanya mencakup makanan dan minuman atau kewajiban agama semata, melainkan keseluruhan ekosistem yang melibatkan industri pengolahan, logistik, perdagangan, hingga berbagai sektor jasa pendukung.
“Di balik satu produk halal terdapat rantai pasok yang panjang dan melibatkan jutaan pelaku usaha. Ketika ekosistem halal tumbuh, maka sektor produksi, distribusi, perdagangan hingga ekspor juga ikut tumbuh,” kata Haikal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, ia menilai halal kini telah berkembang menjadi simbol kualitas, kebersihan, keamanan, ketertelusuran, dan kepercayaan yang dibutuhkan masyarakat global.
“Halal bukan hanya untuk Muslim. Halal adalah for all. Halal telah menjadi bagian dari gaya hidup modern dan simbol kualitas, kebersihan, keamanan, ketertelusuran, serta kepercayaan,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!