Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bapanas Ungkap Pembangunan 100 Infrastruktur Pascapanen Solusi Stabilisasi Pangan

📅 Selasa, 09 Jun 2026, 21:45 WIB | Oleh:
Bapanas Ungkap Pembangunan 100 Infrastruktur Pascapanen Solusi Stabilisasi Pangan Doc: Bapanas
Ket. Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman (tengah)

JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman menyebut pembangunan 100 infrastruktur pascapanen (IPP) menjadi solusi permanen stabilisasi pangan. Infrastruktur tersebut disiapkan untuk memperkuat ekosistem pangan nasional dari hulu hingga hilir.

Amran mengatakan, pembangunan dilakukan di berbagai sentra produksi pangan nasional. Total anggaran yang disiapkan sendiri mencapai sekitar Rp5 triliun.

"Kita bangun gudang di seluruh Indonesia. Terutama di wilayah yang belum memiliki fasilitas penyimpanan memadai," kata Amran yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian itu dalam Rapat bersama DPD RI, di Jakarta, Senin (8/6).

"Total anggarannya kurang lebih Rp5 triliun. Titik pembangunannya sudah disiapkan di sentra produksi pangan," kata dia.

Menurut Amran, keberadaan infrastruktur pascapanen akan menjamin ketersediaan stok pangan. Langkah itu juga memperkuat distribusi dan menjaga stabilitas harga.

"Ini solusi permanen, jadi tidak ada lagi alasan harga naik. Kita ingin pangan selalu tersedia, masyarakat mendapatkan harga yang wajar," kata dia.

Amran menjelaskan, gudang yang dibangun akan menjadi simpul utama ekosistem pangan nasional. Infrastruktur itu terintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih, Bulog, dan MBG.

"Inilah nanti yang menyuplai Koperasi Desa Merah Putih, gudang menjadi induknya dalam ekosistem pangan nasional. Koperasi menjadi penggerak di lapangan, MBG menjadi penyerap hasil produksi petani," ucap dia.

Menurut Amran, pembangunan IPP semakin relevan dengan kuatnya stok beras nasional. Saat ini stok Cadangan Beras Pemerintah mencapai 5,3 juta ton.

Jumlah tersebut melampaui kapasitas gudang Bulog sekitar 3 juta ton. Karena itu, pemerintah menerapkan skema gudang filial untuk menjaga kualitas stok.

Sementara itu, Ketua Komite II DPD RI Badikenita Br Sitepu menilai pembangunan IPP menjadi langkah strategis. Kebijakan tersebut dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Pemerintah telah menerbitkan berbagai kebijakan strategis. Salah satunya percepatan pembangunan infrastruktur pascapanen," kata Badikenita.

"Percepatan swasembada pangan juga berjalan baik. Target tiga tahun dapat dicapai lebih cepat," ucap dia.

Pembangunan IPP merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2026. Pemerintah menugaskan Bulog membangun fasilitas tersebut di seluruh daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
  • Bongkar! Beras Fortifikasi Palsu Dijual Rp42.000, Harga Dinaikkan 300 Persen
    Preview komentar:
  • Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!
    Preview komentar:
    Mendorong lokalisasi komponen inti kendaraan listrik merupakan langkah ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Luar Negeri
Momen Haru HUT RI di Bern, ...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.