Sukses Sedot 80 Ribu Pengunjung, Jakarta Future Festival 2026 Ditutup
📅 Senin, 08 Jun 2026, 13:10 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, resmi menutup Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Minggu (7/6/2026) malam. Festival yang berlangsung selama tiga hari itu berhasil menarik lebih dari 80 ribu pengunjung dari berbagai kalangan masyarakat.
Mengusung tema "Menavigasi Resiliensi", JFF 2026 menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, pelaku kreatif, hingga masyarakat umum untuk membahas masa depan Jakarta sebagai kota global.
Dalam sambutannya, Rano Karno menegaskan bahwa Jakarta Future Festival bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, festival tersebut menjadi wadah penting untuk menghimpun berbagai gagasan, aspirasi, dan solusi yang akan menjadi bagian dari pembangunan Jakarta di masa mendatang.
"Setelah tiga hari Jakarta Future Festival dilaksanakan, hari ini kita tutup dengan kegiatan yang sangat luar biasa. Festival ini bukan pertemuan biasa, tetapi menjadi wadah untuk menghadirkan gagasan. Kita banyak mendengar masukan, dan nantinya akan kita kolaborasikan dalam pembangunan Jakarta ke depan," ujar Rano.
Ia menjelaskan tema "Menavigasi Resiliensi" dipilih karena menggambarkan ketangguhan warga Jakarta dalam menghadapi beragam tantangan perkotaan. Mulai dari persoalan perubahan iklim, banjir, kemacetan, hingga tekanan ekonomi, seluruhnya membutuhkan kemampuan beradaptasi yang kuat dari masyarakat maupun pemerintah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Temanya menavigasi resiliensi, atau mengarahkan tentang ketangguhan. Jakarta ini hidup karena warganya tangguh. Itu yang menjadi benang merahnya," katanya.
Selama penyelenggaraan, JFF 2026 menghadirkan 52 sesi diskusi yang terdiri dari 45 Urban Talks dan tujuh Jakarta Forecast. Sebanyak 250 pembicara turut berpartisipasi dalam berbagai forum tersebut, termasuk 10 pembicara internasional yang membagikan pengalaman dan perspektif global mengenai pembangunan perkotaan.
Selain forum diskusi, festival juga menghadirkan beragam kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Laboratorium kebijakan, dialog lintas generasi, aksi komunitas, pameran inovasi, pasar kreatif, ruang bermain anak, hingga pertunjukan seni dan budaya menjadi bagian dari rangkaian acara yang berlangsung selama tiga hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebanyak 27 pertunjukan musik dan seni budaya turut meramaikan festival. Di sisi lain, keterlibatan 72 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi bukti bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pertukaran gagasan, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi kreatif masyarakat.
Salah satu agenda utama JFF 2026 adalah Jakarta’s Forecast: Jakarta 500 - Memory, Character, and the Future of a Global City. Forum tersebut mengajak publik merefleksikan identitas, karakter, dan arah pembangunan Jakarta menjelang usia ke-500 tahun yang akan diperingati pada 22 Juni 2027 mendatang.
Rano menegaskan bahwa perayaan lima abad Jakarta harus menjadi milik seluruh warga. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta mendorong partisipasi aktif berbagai elemen masyarakat, mulai dari seniman, budayawan, komunitas, sekolah, RT/RW, pelaku UMKM, hingga media massa.
"Dikatakan bahwa kegiatan ini bukan kegiatan pejabat, melainkan kegiatan warga. Pemerintah hanya mendukung," tandasnya.
Pada hari terakhir pelaksanaan, JFF 2026 juga menghadirkan 19 profesor dari berbagai universitas internasional yang membahas desain perkotaan, inovasi pembangunan, dan ketahanan kota dalam menghadapi tantangan masa depan. Kehadiran para akademisi tersebut dinilai memperkuat posisi Jakarta sebagai kota yang terbuka terhadap pertukaran gagasan global.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, mengatakan hasil berbagai diskusi selama festival akan ditindaklanjuti melalui pengembangan ekosistem pengetahuan perkotaan yang berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!