Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sampah Makassar Capai 1.036 Ton per Hari, Pemkot Baru Mampu Angkut 67 Persen

📅 Senin, 08 Jun 2026, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sampah Makassar Capai 1.036 Ton per Hari, Pemkot Baru Mampu Angkut 67 Persen Doc: Antara
Ket. Sejumlah komunitas saat melakukan upaya bersih laut Pantai Losari dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Makassar, Minggu (7/6).

Makassar - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyatakan kapasitas pengangkutan sampah yang dimiliki pemerintah daerah itu baru mampu menjangkau sekitar 67 persen dari total timbulan sampah yang mencapai sekitar 1.036 ton per hari di Kota Makassar.

Maka dari itu, Munafri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai mengambil peran dalam menjaga lingkungan dengan memulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

"Stop bicara lingkungan kalau kita belum mampu memilah sampah dari rumah kita sendiri," kata dia di Makassar, Minggu (7/6).

Sehari sebelumnya, Munafri juga menyampaikan hal tersebut saat menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026.

Munafri menjelaskan, dunia saat ini tengah menghadapi triple planetary crisis atau tiga krisis besar yang saling berkaitan, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi lingkungan.

Baginya, kondisi ini menjadi tantangan besar yang tidak mungkin diselesaikan pemerintah sendirian tanpa dukungan seluruh pemangku kepentingan.

"Masih banyak sampah yang belum tertangani. Karena itu kita membangun kolaborasi lintas sektor dan lintas perangkat daerah agar tercipta ekosistem yang mampu menyelesaikan persoalan sampah secara menyeluruh," jelasnya.

Dia juga mencontohkan, upaya pemilahan sampah yang telah dilakukan sejumlah komunitas hingga tingkat RT harus dibarengi dengan sistem pengangkutan yang sesuai agar sampah yang sudah dipilah tidak kembali tercampur saat diangkut.

Munafri juga menegaskan bahwa kampanye pengelolaan sampah harus dilakukan secara terus-menerus dan menjadi gerakan harian yang konsisten.

"Kampanye ini tidak boleh berhenti. Masyarakat harus memahami bahwa apa yang kita lakukan hari ini bukan hanya untuk kepentingan saat ini, tetapi untuk masa depan," tambah Munafri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Obligasi Bertenor 7 Tahun Agar Sehat

32 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Obligasi Bertenor 7 Tahun A...

Tangerang Gelar Pasar Murah Tiga Pekan

37 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Tangerang Gelar Pasar Murah...

Pemprov Terus Mempercepat Belanja

42 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Pemprov Terus Mempercepat B...
Luar Negeri
Yen Jepang Sentuh Level Ter...
Nasional
RUU Kepulauan Harus Perkuat...
Luar Negeri
AS Akan Berlakukan Tarif Ba...

Transisi Energi Butuh Reformasi Subsidi

47 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Transisi Energi Butuh Refor...
Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.