INKA Genjot Modernisasi Dua Pabrik, Madiun–Banyuwangi Disuntik PMN 2025
📅 Senin, 08 Jun 2026, 17:15 WIB | Oleh: Tim PenulisEko menyampaikan untuk mendukung program tersebut, PMN 2025 dialokasikan antara lain untuk fasilitas produksi dan pengembangan senilai Rp440 miliar.
Anggaran itu digunakan untuk pengadaan mesin cutting, milling, press, robotic welding, fasilitas pengujian propulsi, warehouse, serta bangunan yang dibutuhkan untuk melengkapi fasilitas produksi.
Sementara itu, fasilitas pendukung seperti gedung pemeliharaan, transverser, dan digitalisasi operasi dialokasikan anggaran sebesar Rp33 miliar.
Hingga Mei 2026, Eko menyebut realisasi penggunaan PMN tercatat sekitar 13 persen dan diproyeksikan mencapai 35 persen pada Juni 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
INKA menargetkan proses pengadaan selesai pada triwulan III 2026, sedangkan penyelesaian proyek dilakukan secara bertahap hingga triwulan III 2027 karena sebagian peralatan yang dibeli bersifat khusus (customized) dan membutuhkan waktu produksi lebih panjang.
Menurut Eko, pengembangan fasilitas melalui PMN 2025 tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kapasitas produksi perusahaan, tetapi juga untuk memperkuat ekosistem industri perkeretaapian nasional serta meningkatkan kandungan lokal pada berbagai produk kereta yang diproduksi INKA.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!