Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Masih Tertekan, 10 April 2026

📅 Jumat, 10 Apr 2026, 09:10 WIB | Oleh:
Rupiah Masih Tertekan, 10 April 2026 Doc: istimewa

JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih bergerak da­lam tekanan seiring meningkatnya kekhawatiran inves­tor terhadap keberlanjutan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS)–Israel. Kondisi ini menegaskan bahwa stabilitas rupiah sangat dipengaruhi oleh persepsi risiko geopolitik global. 

Gencatan senjata yang belum kredibel belum mampu menurunkan premi risiko, sehingga tekanan eksternal te­tap dominan. Akibatnya, pergerakan rupiah cenderung fluktuatif dengan bias melemah dalam jangka pendek, hingga ada kepastian yang lebih kuat terkait arah konflik dan stabilitas kawasan.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (10/4), ber­gerak di kisaran 17.090 - 17.140 rupiah per dollar AS de­ngan kecenderungan melemah.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada penutupan per­dagangan, Kamis (9/4), melemah 78 poin atau 0,46 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.090 rupiah per dollar AS. Research & Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Tiffani Safinia menilai pele­mahan rupiah dipicu sikap menunggu pasar terkait kepas­tian kesepakatan gencatan senjata antara AS dengan Iran.

“Pasar masih menunggu kepastian implementasi ke­sepakatan tersebut, termasuk pembukaan jalur strategis energi global,” ucapnya di Jakarta.

Mengutip Anadolu, sebelumnya AS telah menerima proposal berisi 10 poin sebagai dasar untuk negosiasi de­ngan tujuan untuk mengakhiri perang. Mengutip Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) mengatakan proposal tersebut mencakup jaminan tidak adanya agresi terhadap Iran, kelanjutan kontrol Iran atas Selat Hormuz, pengakuan hak Teheran untuk pengayaan uranium, serta pencabutan semua sanksi utama dan sekunder AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Hasil Liga Europa: Bournemo...
Olahraga
Madura United Bersuka Cita ...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.