AS Pertimbangkan Alihkan Aset Iran di Tengah Perang Teluk Memanas
📅 Minggu, 07 Jun 2026, 13:00 WIB | Oleh: AndesPresiden Donald Trump menghadapi tekanan politik domestik akibat kenaikan harga bahan bakar untuk mengakhiri perang yang tidak populer ini. Ia mengatakan kepada NBC bahwa meski sebagian besar fasilitas produksi drone dan rudal Iran telah dihancurkan, Iran masih memiliki sekitar 20 persen persediaan rudalnya.
“Mereka masih punya beberapa rudal dan drone. Sekitar 21 sampai 22 persen dari persediaan mereka,” kata Trump dalam program Meet the Press.
Konflik ini telah menyebabkan harga minyak naik dan mengganggu rantai pasok berbagai barang, termasuk bantuan kemanusiaan.
Ketegangan Meluas di Kawasan
Di konflik paralel di Lebanon, dua perwira dan seorang tentara Lebanon tewas akibat serangan Israel terhadap kendaraan militer di Lebanon selatan, menurut militer Lebanon. Israel menyatakan sedang menyelidiki insiden tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Iran mensyaratkan gencatan senjata di Lebanon antara Israel dan Hizbullah sebagai bagian dari kesepakatan damai dengan Washington.
Kepala militer Lebanon, Jenderal Rudolf Haykal, dilaporkan melakukan kunjungan ke Pakistan atas undangan rekan sejawatnya.
Kunjungan ini dianggap mengejutkan karena AS dan pemimpin Lebanon sebelumnya menegaskan bahwa negosiasi Lebanon harus terpisah dari pembicaraan AS–Iran yang dimediasi Pakistan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemimpin Hizbullah Naim Qassem menolak kesepakatan yang disponsori AS antara Israel dan pemerintah Lebanon untuk menghentikan pertempuran. Israel juga menyatakan tidak akan menarik pasukan atau menghentikan operasi militernya di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!