Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mentan Pastikan Stok Beras 4,6 Juta Ton Aman Hadapi Kondisi Geopolitik dan El Nino

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 12:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mentan Pastikan Stok Beras 4,6 Juta Ton Aman Hadapi Kondisi Geopolitik dan El Nino Doc: ANTARA
Ket. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman (ketiga kiri) saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok cadangan beras pemerintah (CBP) secara nasional sebesar 4,6 juta ton dalam kondisi aman untuk menghadapi tekanan geopolitik global serta ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino.

Dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa, Amran mengatakan cadangan beras per 7 April 2026 mencapai 4,6 juta ton, meningkat dari posisi sebelumnya 4,5 juta ton, sekaligus menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan stok pangan nasional Indonesia.

"Cadangan beras hari ini, per tadi pagi tanggal 7 April 2026 mencapai 4,6 juta ton. Jadi kemarin 4,5, sekarang 4,6 juta ton. Ini tertinggi sepanjang sejarah," kata Amran yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Kabapanas).

Dengan capaian tersebut, pemerintah menilai kondisi cadangan beras nasional sangat kuat dan mampu menjaga stabilitas pasokan serta harga di tengah ketidakpastian global yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Mentan menyebut ketersediaan stok beras saat ini dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia selama 10 hingga 11 bulan ke depan.

Ia juga menegaskan potensi El Nino yang diperkirakan berlangsung selama enam bulan ke depan masih dapat diantisipasi dengan kesiapan stok serta langkah mitigasi yang telah disiapkan pemerintah secara menyeluruh untuk menjaga produktivitas pertanian di dalam negeri.

"Kondisi stok beras nasional Indonesia dipastikan aman untuk 10 sampai 11 bulan ke depan. Di sisi lain, El Nino diperkirakan enam bulan, jadi insya Allah pangan kita aman," tegas Amran.

Menurutnya, pangan bukan sekadar kebutuhan dasar masyarakat, melainkan isu strategis yang menentukan keberlangsungan hidup dan mati suatu bangsa sehingga harus dijaga secara serius dan berkelanjutan oleh negara.

Karena itu, pemerintah menempatkan sektor pangan sebagai prioritas utama dalam menjaga kedaulatan nasional serta memastikan masa depan bangsa tetap aman di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Di tingkat global, tambah Mentan, krisis pangan semakin nyata dengan laporan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (Food and Agriculture Organization/FAO) yang menyebutkan sekitar 724 juta penduduk dunia mengalami kelaparan akibat berbagai faktor termasuk konflik dan perubahan iklim ekstrem.

Kondisi tersebut diperparah oleh konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memicu krisis kemanusiaan lebih luas dan mengancam sekitar 40 juta orang dengan risiko kelaparan serius.

"Pangan juga semakin dipandang sebagai aset strategis yang berperan penting dalam stabilitas ekonomi dan geopolitik dunia," kata Amran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Daerah
BNPB: Tanggul Jebol Picu Ba...

Lorong Bendera Merah Putih di Tasikmalaya

12 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Lorong Bendera Merah Putih ...

Pelatihan pembuatan roti dan kue di Jakarta

17 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pelatihan pembuatan roti da...
Daerah
Gunung Lewotobi Laki-Laki A...
Rona
Pemusatan latihan Gita Baha...

Kejuaraan Seluncur Es Terbuka Asia 2026

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Olahraga
Kejuaraan Seluncur Es Terbu...

Realisasi PNBP Sumatera Selatan

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Realisasi PNBP Sumatera Sel...

Optimalisasi pengelolaan sampah TPS 3R

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Optimalisasi pengelolaan sa...

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.