Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dokter Ungkap 4 Penyakit Infeksi Jantung pada Anak yang Perlu Diwaspadai Orang Tua.

📅 Selasa, 02 Jun 2026, 20:49 WIB | Oleh:

Pembentukan vegetasi pada katup jantung akan menghambat pergerakan buka-tutup katup jantung.

Akibatnya, aliran darah menjadi tidak lancar, dan darah bisa mengalir kembali ke arah yang tidak seharusnya. Kondisi yang demikian berpotensi menimbulkan gejala seperti sesak napas dan pembengkakan.

"Vegetasi seperti gumpalan yang isinya kuman dan sel darah dan sel radang tadi juga bisa lepas mengikuti aliran darah, tergantung dia berada di mana. Bila di sisi kiri jantung dia akan bisa ke otak, ginjal, tangan, kaki, nanti akan bermanifestasi sebagai gejala klinis yang kita temui pada anak," kata dr. Sarah.

"Di katup sebelah kanan, kalau vegetasi itu lepas, dia akan masuk ke paru-paru, gejalanya sesak tiba-tiba, saturasinya rendah," ia menambahkan.​​​​​​​​​​​​​​

Lulusan Program Pendidikan Spesialis Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengatakan, anak dengan penyakit jantung bawaan lebih berisiko mengalami endokarditis infektif.

Selain itu, menurut dia, kuman dari infeksi di bagian tubuh yang lain, seperti infeksi gigi yang tidak ditangani dengan baik, bisa masuk ke aliran darah dan kemudian menempel pada katup jantung dan membentuk vegetasi.

Dokter Sarah menjelaskan bahwa demam reumatik akut dan penyakit jantung reumatik berbeda dengan jenis penyakit infeksi jantung lainnya.

Dalam kondisi ini, infeksi jantung tidak disebabkan oleh kuman yang langsung menyerang jantung. Infeksi kuman, seringnya infeksi streptococcus, hanya menjadi pencetusnya.

Infeksi kuman di tonsil atau amandel yang tidak teratasi sampai tuntas dapat menyebabkan tubuh mengeluarkan antibodi yang bukannya menyerang kuman, tapi malah menyerang katup jantung sehingga katup jantung akan mengalami kerusakan.​​​​​​​

"Kasus ini pada anak masih cukup sering kita temukan karena Indonesia juga masih sifatnya endemis ya untuk anak-anak dengan demam reumatik akut maupun penyakit jantung reumatik," kata dr. Sarah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.