Tiga Jalan di Blora Masuk Radar, Jateng Kejar Dukungan Dana Inpres
📅 Senin, 01 Jun 2026, 12:10 WIB | Oleh: Tim PenulisBLORA – Percepatan perbaikan jalan yang dikeluhkan warga mencerminkan respons pemerintah terhadap kebutuhan infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada aktivitas masyarakat.
Kondisi jalan yang rusak tidak hanya mengganggu mobilitas dan distribusi barang, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan serta menambah biaya transportasi.
Oleh karena itu, percepatan penanganan menjadi langkah penting untuk memulihkan konektivitas, meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, dan mendukung kelancaran kegiatan ekonomi.
Respons yang cepat juga menunjukkan pentingnya sinergi antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pembangunan agar pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengusulkan tiga ruas jalan provinsi di Kabupaten Blora untuk mendapatkan pendanaan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) untuk percepatan perbaikan jalan yang selama ini dikeluhkan warga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro di Blora, Minggu (31/5), mengatakan ketiga ruas jalan yang diusulkan meliputi Jalan Singget–Doplang–Cepu sepanjang 7,5 kilometer, Kunduran-Ngawen sepanjang 8 kilometer, dan Todanan-Ngawen sepanjang 11 kilometer.
"Saat ini ketiga ruas jalan tersebut sudah kami input dalam usulan IJD. Kami juga melakukan komunikasi dengan anggota Komisi V DPR RI agar usulan tersebut dapat menjadi prioritas dalam realisasinya," ujarnya.
Ia menjelaskan keterbatasan anggaran masih menjadi kendala dalam penanganan jalan provinsi di Blora.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tahun ini, kata dia, alokasi anggaran yang tersedia untuk ruas jalan yang akan ditangani sekitar Rp5,276 miliar dan dalam waktu dekat akan segera dilelang.
Menurut dia, anggaran tersebut hanya mampu membiayai pekerjaan sepanjang kurang lebih 500 meter karena adanya kenaikan harga material konstruksi dan kebutuhan pelebaran badan jalan masing-masing 50 sentimeter di sisi kanan dan kiri.
"Karena adanya kenaikan harga material dan kebutuhan pelebaran jalan, anggaran yang tersedia saat ini hanya cukup untuk penanganan sekitar 500 meter," ujarnya.
Di tengah upaya tersebut, kekecewaan warga terhadap kondisi jalan provinsi yang rusak di Kabupaten Blora kembali mencuat.
Pada Minggu (31/5), sejumlah warga menggelar aksi protes di ruas jalan Randublatung-Cepu, dengan menimbun lubang menggunakan tanah grosok, menanam pohon pisang dan pepaya di tengah jalan, serta membentangkan simbol kartu kuning sebagai bentuk peringatan kepada Pemprov Jateng.
Aktivis lokal Lilik Yuliantoro mengatakan kartu kuning menjadi simbol kritik dan peringatan agar pemerintah segera mengambil langkah nyata memperbaiki jalan yang selama bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!