Warga Perdesaan Mesti Banyak Mengikuti Pelatihan Keterampilan Wirausaha
📅 Minggu, 24 Mei 2026, 07:43 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
KAPUAS HULU – Untuk memperkuat ketangguhan ekonomi keluarga, warga desa mesti diberi banyak pelatihan. "Ini sesuai dengan aspirasi desa-desa," ujar aggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Firman Yusi.
Sebagaimana saat kegiatan reses yang dilaksanakannya di beberapa desa di wilayah Kabupaten Tabalong, Balangan dan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Menurut Firman, dalam berbagai dialog dengan warga, kelompok masyarakat, pelaku UMKM, pemuda, hingga tokoh masyarakat, salah satu aspirasi paling sering mereka sampaikan adalah agar berbagai program pelatihan keterampilan kerja, pengembangan usaha, dan kewirausahaan oleh Pemprov Kalsel dilaksanakan hingga tingkat desa atau kelurahan.
"Menurut masyarakat, pelaksanaan pelatihan yang terlalu terpusat di tingkat provinsi maupun kota-kota tertentu seringkali menyulitkan peserta dari daerah untuk berpartisipasi secara optimal," ujar dia.
Selain itu, lanjut dia, membutuhkan biaya dan waktu perjalanan yang lebih besar, pelatihan yang dilaksanakan jauh dari lingkungan peserta juga dinilai kurang efektif dalam membangun tindak lanjut pasca pelatihan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, usulan masyarakat sangat relevan dengan upaya meningkatkan efektivitas program pemberdayaan masyarakat yang selama ini pemerintah daerah jalankan.
“Banyak warga menyampaikan bahwa pelatihan keterampilan maupun kewirausahaan akan lebih efektif apabila dilaksanakan lebih dekat dengan masyarakat, minimal di ibukota kabupaten, bahkan lebih baik lagi jika dapat menjangkau tingkat desa atau kelurahan," kata Firman Yusi.
Dia menjelaskan bahwa pendekatan pelatihan berbasis wilayah yang lebih kecil berpotensi menciptakan ekosistem pembinaan yang lebih kuat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, lanjutnya, peserta pelatihan dapat saling berinteraksi, membentuk kelompok usaha, berbagi pengalaman, hingga membangun jejaring pemasaran dalam lingkup yang tidak terlalu luas sehingga lebih mudah pendampingan oleh pemerintah maupun pemangku kepentingan terkait.
“Pelatihan bukan hanya soal kegiatan beberapa hari, tetapi bagaimana hasilnya dapat berlanjut menjadi usaha produktif atau peningkatan keterampilan yang benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Karena itu diperlukan ekosistem tindak lanjut yang kuat setelah pelatihan selesai,” katanya.
Menurut Firman Yusi, pelaksanaan program pada skala desa, kelurahan, atau minimal tingkat kabupaten juga memungkinkan pemerintah melakukan pendampingan yang lebih intensif terhadap peserta. Dengan jumlah peserta yang lebih terfokus, evaluasi hasil pelatihan dan pengembangan usaha pasca pelatihan dapat dilakukan secara lebih terukur.
"Harapan masyarakat cukup jelas, yaitu agar program-program pemberdayaan yang sudah baik dapat semakin dekat dengan warga. Ketika pelatihan dilaksanakan di wilayah yang lebih dekat dan disertai pendampingan yang berkelanjutan, maka peluang lahirnya wirausaha baru dan peningkatan keterampilan masyarakat akan semakin besar," demikian katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!