Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengolah Sampah Organik Menjadi Ekoenzim

📅 Senin, 01 Jun 2026, 22:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengolah Sampah Organik Menjadi Ekoenzim Doc: Antara

Nusa Dua, Bali - BUMN PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) mengedukasi warga Benoa, Denpasar, Bali, mengolah sampah organik menjadi ekoenzim guna mendukung kemandirian masyarakat menjaga lingkungan dalam pariwisata berkelanjutan.

“Kami berharap peserta tidak hanya memperoleh pemahaman baru, tetapi juga terdorong untuk menerapkan praktik ini secara konsisten dan membagikannya di lingkungan masing-masing,” kata Vice President Commercial and Relation ITDC The Nusa Dua Made Purnama Damayanti di Kabupaten Badung, Senin.

Sebanyak 30 peserta terdiri dari pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang di pantai kawasan Nusa Dua serta perwakilan masyarakat Kelurahan Benoa mengikuti pelatihan mengolah sampah organik menjadi pupuk cair itu.

Dalam edukasi itu, peserta mendapatkan pemahaman sekaligus praktik langsung pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi ekoenzim mulai mencacah sampah organik hingga mencampurnya dengan bahan alami.

Adapun ekoenzim adalah cairan hasil fermentasi limbah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami maupun pembersih ramah lingkungan.

Pelatihan menghadirkan I Made Tirta Jati selaku ketua unit di tempat pengolahan sampah berbasis pengurangan timbulan, pendauran ulang, pemanfaatan kembali TPS3R Sadu Sumerta Kaja, Denpasar, sebagai narasumber.

Tak berhenti pada sesi pelatihan, program ini juga dilanjutkan dengan memberikan pendampingan selama dua bulan untuk memantau pembuatan ekoenzim oleh peserta, memastikan penerapan materi, sekaligus mendokumentasikan hasil praktik pengolahan sampah secara mandiri.

Damayanti menambahkan pihaknya menilai penting keterlibatan masyarakat sebagai elemen krusial dalam mendukung terciptanya kawasan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Pasalnya, kata dia, keterlibatan masyarakat mendukung kualitas kawasan, sekaligus memperkuat budaya pengelolaan lingkungan di sekitar destinasi yang lebih bersih dan sampah yang terkelola dengan baik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.