Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Haiti Akhiri Penantian 52 Tahun, Siap Menantang Tim Raksasa di Piala Dunia 2026

3 Minggu, 31 Mei 2026, 09:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Haiti Akhiri Penantian 52 Tahun, Siap Menantang Tim Raksasa di Piala Dunia 2026 Haiti Akhiri Penantian 52 Tahun, Siap Menantang Tim Raksasa di Piala Dunia 2026 Doc: AFP
Ket. Timnas Haiti.

Lima dekade lebih menunggu berakhir. Tim nasional Haiti kembali menginjak panggung terbesar sepak bola dunia setelah memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026. Bagi negara kecil di kawasan Karibia itu, keberhasilan tersebut bukan sekadar tiket menuju putaran final, melainkan simbol kebangkitan sepak bola nasional yang selama bertahun-tahun berjuang keluar dari bayang-bayang kekuatan besar CONCACAF.

Partisipasi Haiti pada Piala Dunia 2026 akan menjadi penampilan kedua mereka sepanjang sejarah setelah terakhir kali tampil pada edisi 1974 di Jerman Barat. Jarak 52 tahun antara dua keikutsertaan itu menjadikan keberhasilan kali ini sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah olahraga negara tersebut.

Meski hanya sekali tampil di putaran final, Haiti pernah meninggalkan kenangan yang sulit dilupakan dunia sepak bola. Pada Piala Dunia 1974, mereka tergabung dalam grup berat bersama Italia, Polandia, dan Argentina.

Di tengah keterbatasan yang dimiliki, Haiti mampu menciptakan salah satu momen ikonik turnamen ketika penyerang legendaris Emmanuel Sanon membobol gawang Italia. Gol tersebut mengakhiri rekor kiper Dino Zoff yang tidak kebobolan selama 1.142 menit. Hingga kini, momen itu masih dikenang sebagai salah satu kisah terbesar dalam sejarah sepak bola Haiti.

Namun setelah penampilan bersejarah tersebut, Les Grenadiers harus menjalani penantian panjang untuk kembali ke panggung dunia.

Kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi titik balik kebangkitan Haiti. Di bawah arahan pelatih asal Prancis, Sebastien Migne, mereka tampil konsisten sepanjang fase kualifikasi zona CONCACAF.

Mengandalkan kekuatan fisik, kecepatan, dan efektivitas serangan balik, Haiti mampu meraih sejumlah kemenangan penting sejak putaran awal. Penampilan mereka semakin meyakinkan ketika memasuki fase penentuan.

Mentalitas yang kuat menjadi pembeda. Haiti mampu mencuri poin penting dalam laga tandang sekaligus memaksimalkan pertandingan kandang untuk mengamankan kemenangan.

Hasil tersebut membawa mereka keluar sebagai juara Grup C, mengungguli Honduras dan Kosta Rika. Tiket menuju Piala Dunia pun berhasil diamankan sekaligus mengakhiri penantian lebih dari setengah abad.

Berbeda dengan era 1970-an, Haiti saat ini memiliki komposisi pemain yang lebih kompetitif. Sebagian besar pemain berkarier di Eropa, Amerika Utara, maupun Amerika Selatan sehingga memberikan pengalaman internasional yang lebih luas.

Di bawah mistar, pengalaman akan menjadi andalan melalui sosok Johnny Placide. Kiper veteran tersebut diharapkan mampu menjadi pemimpin lini pertahanan ketika menghadapi tekanan dari tim-tim besar.

Lini belakang dipimpin Ricardo Ade dan Carlens Arcus yang memiliki pengalaman bermain di kompetisi kompetitif Amerika Selatan dan Eropa. Sementara sektor tengah akan mengandalkan kreativitas Jeanricner Bellegarde serta energi Danley Jean-Jacques yang menjadi motor permainan tim.

Di lini depan, perhatian utama tertuju kepada Duckens Nazon. Penyerang berusia matang itu masih menjadi figur sentral dalam serangan Haiti dan merupakan salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional.

Kemampuan Nazon dalam menjaga bola, memenangkan duel fisik, dan memanfaatkan peluang di kotak penalti menjadikannya senjata utama Haiti. Kehadirannya akan sangat menentukan peluang Les Grenadiers bersaing di Piala Dunia 2026.

Selain Nazon, Haiti juga memiliki sejumlah pemain depan yang berkarier di Eropa seperti Wilson Isidor, Louicius Deedson, Frantzdy Pierrot, dan Ruben Providence yang dapat memberikan variasi serangan.

Keberhasilan Haiti tidak bisa dilepaskan dari peran Sebastien Migne. Pelatih asal Prancis tersebut membawa pengalaman panjang dari sepak bola Afrika dan Timur Tengah sebelum menangani Les Grenadiers.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Perkembangan Inflasi Indonesia pada Oktober 2026

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Perkembangan Inflasi Indone...
Luar Negeri
Gencatan Senjata Lokal di K...
Luar Negeri
Partai Komunis Tiongkok aka...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.