Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peternak Mandiri Terancam Gulung Tikar! Ini Jurus Kementan Kawal Harga Rp19.500

📅 Sabtu, 30 Mei 2026, 17:42 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Ketua ARPHUIN, Sigit Pambudi, mengatakan RPHU tetap berupaya menyerap produksi peternak untuk bantu jaga keseimbangan pasar.

“Kondisi yang kami hadapi sama-sama sulit. Jadi bukan berarti kami euforia ambil untung atau manfaatkan situasi,” kata Sigit.

Menurutnya, RPHU tetap menjalankan pemotongan maksimal, termasuk saat libur panjang, untuk bantu menyerap ayam dari peternak.

“Walaupun tanggal merah kami tetap gaspol motong untuk serap ayam. Jadi tudingan kami tekan harga itu tidak benar,” ujar Sigit.

Kapasitas dimaksimalkan

Senada, Keenan Pardede perwakilan RPHU PT Charoen Pokphand Indonesia mengatakan kapasitas pemotongan sudah dimaksimalkan untuk bantu serap produksi peternak di tengah pasar yang belum pulih.

“Kami di RPHU sudah maksimalkan pemotongan, hampir 400 truk per hari,” kata Keenan.

Ia juga menyebut pelaku usaha mengikuti arahan pemerintah soal harga beli Rp19.500 meski beban biaya produksi meningkat.

“Kami sudah ikut arahan Rp19.500 dan itu cukup berat di biaya produksi. Karena itu lewat forum ini kami harap kita bisa kompak,” ujarnya.

Kementan menegaskan stabilitas harga ayam hidup adalah kunci keberlanjutan usaha jutaan peternak rakyat sekaligus memastikan industri perunggasan nasional tumbuh sehat, kompetitif, dan berkelanjutan. Sinergi pemerintah, peternak, RPHU, dan pelaku usaha jadi faktor penting menjaga keseimbangan pasar dan ketahanan pangan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.