Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Petani Lamongan Terbantukan: Pencairan Klaim Asuransi Tani Lebih Cepat

📅 Jumat, 17 Apr 2026, 17:12 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Petani Lamongan Terbantukan: Pencairan Klaim Asuransi Tani Lebih Cepat Doc: istimewa
Ket. Kementerian Pertanian (Kementan) mengapresiasi percepatan verifikasi dan pencairan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bagi petani terdampak banjir di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur

JAKARTA-Kementerian Pertanian (Kementan) mengapresiasi percepatan verifikasi dan pencairan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bagi petani terdampak banjir di Kabupaten Lamongan. Langkah ini menjadi krusial dalam menjaga keberlanjutan usaha tani sekaligus memastikan petani tetap terlindungi di tengah meningkatnya risiko iklim.

Program AUTP merupakan instrumen perlindungan usaha tani yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Melalui skema ini, negara hadir memberikan kepastian jaminan bagi petani yang mengalami gagal panen akibat bencana alam maupun serangan organisme pengganggu tanaman. 

Pada Tahun 2026, dukungan fasilitasi premi telah dialokasikan di 13 provinsi melalui APBD I dan APBD II. 

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penentu dalam mewujudkan kemandirian pangan. 

“Kolaborasi adalah kunci. Tanpa sinergi pusat dan daerah, target besar seperti swasembada dan kemandirian pangan tidak akan tercapai optimal,” ujar Mentan Amran, Jumat (17/4).

AUTP menjamin risiko kerusakan tanaman padi akibat banjir, kekeringan, serta serangan organisme pengganggu tanaman seperti wereng batang coklat, penggerek batang, penyakit blast, dan tungro. Program ini diperuntukkan bagi petani yang tergabung dalam kelompok tani dengan luas lahan maksimal dua hektar per musim tanam.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Andi Nur Alam Syah, menekankan bahwa AUTP tidak hanya berfungsi sebagai jaring pengaman, tetapi juga instrumen stabilisasi produksi.

“AUTP memberikan jaminan finansial agar petani tetap bisa melanjutkan usaha taninya setelah mengalami puso. Dengan nilai pertanggungan hingga Rp6 juta per hektar per musim tanam, program ini menjaga siklus produksi tetap berjalan,” ujarnya pada Jum’at, (17/4.)

Ia menambahkan, pemerintah terus memperkuat berbagai instrumen mitigasi risiko untuk menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin tidak menentu.

“Produksi harus terus meningkat, tetapi itu perlu didukung dengan sistem perlindungan yang kuat. AUTP adalah bagian dari strategi kita untuk menjaga produktivitas sekaligus keberlanjutan usaha tani,” ujarnya.

Sebagai implementasi di lapangan, telah melakukan percepatan penyaluran klaim melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Klaim disalurkan oleh PT Asuransi Jasa Indonesia bekerja sama dengan PT Pos Indonesia, sehingga dana dapat diterima langsung oleh petani secara aman dan tepat waktu.

Terpisah, Hanik Kasubid Pembiayaan DKPP Kab Pekalongan, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan memastikan proses verifikasi klaim dilakukan sesuai ketentuan, sehingga penyaluran berjalan tepat sasaran. 

“Klaim AUTP hari ini diberikan kepada Kelompok Tani Mardi Tani Desa Pengembulana di Kec. Tikung seluas 8,49 Ha sebanyak 41 petani, sebesar Rp. 50.940.000, Petani penerima merupakan mereka yang mengalami puso akibat banjir pada musim tanam pertama,” terang Hanik.

Percepatan pencairan klaim ini menjadi faktor penentu agar petani dapat segera melakukan tanam kembali tanpa kendala permodalan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Armenia Terbelah Dua Kubu A...
Nasional
DPR Dorong Distribusi Digit...
Luar Negeri
Pekerja Mogok Kerja, Layana...
Daerah
Bangka Tengah Tanam Padi Go...
Luar Negeri
Aset Beku Iran Cair, Trump ...
Nasional
Kemenbud Dorong Pelurusan S...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.