Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peternak Mandiri Terancam Gulung Tikar! Ini Jurus Kementan Kawal Harga Rp19.500

📅 Sabtu, 30 Mei 2026, 17:42 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Peternak Mandiri Terancam Gulung Tikar! Ini Jurus Kementan Kawal Harga Rp19.500 Doc: istimewa
Ket. Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat langkah stabilisasi harga ayam hidup (live bird) di tingkat peternak menyusul masih ditemukannya harga jual yang berada di bawah harga acuan pemerintah di sejumlah daerah

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat upaya stabilisasi harga ayam hidup live bird di level peternak. Langkah itu diambil setelah masih banyak laporan harga jual di bawah Harga Acuan Pemerintah HAP di sejumlah wilayah. Tujuannya melindungi usaha peternak rakyat dan menjaga keseimbangan rantai perunggasan nasional.

Melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Ditjen PKH, Kementan memfasilitasi rapat koordinasi bersama Asosiasi Rumah Potong Unggas Indonesia ARPHUIN serta pengelola Rumah Potong Hewan Unggas RPHU. Forum ini untuk menguatkan komitmen seluruh pelaku usaha agar harga di tingkat peternak tetap stabil.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementan, I Ketut Wirata, menyampaikan pemerintah menerima data bahwa harga ayam hidup di beberapa daerah masih di bawah HAP Rp19.500 per kilogram.

“Yang kami terima informasinya, khususnya Jawa Tengah, ada _live bird_ terjual Rp15 ribu. Kondisi ini sangat memberatkan peternak mandiri atau skala kecil,” ujar Ketut dalam rakor di Jakarta, Jumat (29/5)

Bagi Ketut, situasi ini harus jadi perhatian bersama karena peternak rakyat paling rentan terdampak saat harga jatuh di bawah biaya pokok produksi.

“Peternak besar masih bisa bertahan karena modalnya kuat. Tapi peternak mandiri bisa langsung terancam gulung tikar,” jelasnya.

Untuk itu pemerintah mendorong seluruh pelaku industri memperkuat kolaborasi menjaga keseimbangan pasar, termasuk lewat pola pembelian yang tidak menambah tekanan harga ke peternak.

“Kami imbau dan harap ada komitmen bersama agar RPHU tidak membeli ayam di bawah harga acuan yang sudah disepakati,” tegasnya.

Ketut menegaskan RPHU punya peran kunci dalam rantai pasok perunggasan nasional. Mereka jadi instrumen utama menyerap produksi peternak sekaligus mengendalikan pasokan ke pasar.

Sebagai langkah penyeimbang, Ditjen PKH juga menerapkan pengetatan dengan menunda sementara penerbitan rekomendasi usaha tertentu di sektor perunggasan sampai harga pulih sesuai acuan pemerintah.

“Selama harga belum sesuai HAP, semua rekomendasi terkait pelaku usaha perunggasan di Ditjen PKH kami tunda dulu,” kata Ketut.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH, Hary Suhada, menyebut kebijakan itu wujud keseriusan pemerintah menjaga harga ayam hidup tetap menguntungkan peternak.

“Kami sudah sepakat semua rekomendasi perunggasan ditunda sementara sampai harga capai target pemerintah. Saya mohon kolaborasinya agar tidak ikut menekan harga,” kata Hary.

Di sisi lain, pelaku industri juga menyampaikan tekanan pasar akibat permintaan yang melemah dan pasokan ayam hidup berlebih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.