Kompetisi Bisnis Rp 500 Juta Dibuka untuk Mahasiswa dan Fresh Graduate
📅 Kamis, 28 Mei 2026, 17:52 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – Minat anak muda untuk terjun ke dunia usaha terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Riset SMERU pada 2022 menunjukkan sebanyak 73 persen anak muda tertarik membangun bisnis sendiri.
Kehadiran media sosial dan platform digital pun membuat banyak usaha kini dapat dimulai dari skala kecil, bahkan hanya dari lingkungan pertemanan tanpa harus memiliki toko fisik. Namun, perjalanan bisnis tidak berhenti saat produk mulai terjual.
Banyak pelaku usaha muda justru menghadapi tantangan lebih besar ketika bisnis mulai berkembang. Fase inilah yang kerap menentukan apakah sebuah usaha dapat bertahan dan naik level, atau justru berjalan di tempat.
CEO & Founder Skin Game, Michella Ham, mengatakan membangun bisnis membutuhkan komitmen besar karena setiap keputusan akan memengaruhi perkembangan usaha di masa depan. Memiliki bisnis seperti memiliki anak yang harus dijaga sepenuh hati.
“Kita perlu memahami apa yang dibutuhkan bisnis. Kalau salah langkah, bisnis bisa sulit naik level. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu tahan banting, berani belajar, dan tidak ragu bertanya kepada orang-orang yang lebih berpengalaman,” ujar Michella melalui keterangannya pada Kamis (28/5).
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, ada sejumlah tanda yang menunjukkan sebuah bisnis sudah berjalan, tetapi belum berkembang secara optimal. Salah satunya ketika pelanggan sudah mulai ada, tetapi modal usaha terus habis untuk memenuhi produksi berikutnya.
Kondisi tersebut membuat pelaku usaha kesulitan menambah stok, memperbaiki kemasan, memperluas promosi, hingga memperbesar pasar. Dalam situasi tersebut, tambahan modal dinilai dapat menjadi dorongan penting agar bisnis tidak sekadar bertahan, tetapi juga bertumbuh.
Selain itu, produk yang sudah laku di lingkungan kampus atau komunitas belum tentu siap untuk diperluas ke pasar yang lebih besar. Pebisnis muda perlu memastikan kesiapan harga, kualitas produk, kapasitas produksi, distribusi, hingga strategi pemasaran sebelum melakukan ekspansi usaha.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tantangan lainnya adalah keterbatasan akses belajar dan jaringan. Banyak pelaku usaha muda masih fokus menjalankan operasional harian sehingga belum memiliki kesempatan memperluas wawasan bisnis melalui mentor atau jejaring profesional. Padahal, masukan dari pelaku industri yang lebih berpengalaman dinilai penting untuk membantu menyusun strategi pengembangan usaha yang lebih tepat.
Melihat kondisi tersebut, kompetisi bisnis dinilai dapat menjadi salah satu momentum bagi pebisnis muda untuk mengembangkan usahanya. Selain membuka akses terhadap tambahan modal, kompetisi juga memberi kesempatan bagi peserta untuk menguji kesiapan bisnis dan memperoleh masukan secara langsung.
Kesempatan itu dihadirkan oleh J&T Express melalui program J&T Super Seller Competition. Kompetisi ini terbuka bagi mahasiswa aktif dan fresh graduate maksimal satu tahun setelah lulus yang telah menjalankan usaha minimal enam bulan, dengan produk berupa barang yang dapat dikirim menggunakan jasa ekspedisi.
Dalam kompetisi tersebut, sebanyak 10 finalis akan memperoleh dana inkubasi masing-masing sebesar Rp20 juta. Sementara itu, tiga pemenang utama akan mendapatkan hadiah Rp100 juta, Rp75 juta, dan Rp50 juta, serta tambahan tabungan usaha dari BCA senilai Rp25 juta untuk masing-masing pemenang.
Selain dukungan modal, peserta juga berkesempatan mendapatkan insight langsung dari para juri, termasuk Raditya Dika dan Michella Ham. Kehadiran para juri diharapkan dapat membantu peserta memahami potensi produk, membaca kebutuhan pasar, serta menyusun strategi pengembangan bisnis yang lebih relevan.
Brand Manager J&T Express, Herline Septia, mengatakan tantangan wirausaha muda tidak berhenti pada keberanian memulai usaha. Pihaknya memahami bahwa tantangan wirausaha muda tidak berhenti pada keberanian untuk memulai bisnis. Ketika usaha mulai berjalan, mereka membutuhkan akses terhadap wadah pengembangan, dukungan modal, serta pendampingan yang relevan agar bisnisnya dapat bertumbuh lebih terarah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!