Gubernur Khofifah Gencarkan Pasar Murah demi Kendalikan Inflasi Perkuat Pangan
📅 Kamis, 28 Mei 2026, 10:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
SURABAYA – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, menggencarkan pasar murah di Kabupaten Bojonegoro untuk mengendalikan inflasi dan memperkuat ketahanan pangan melalui penyediaan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
“Pasar murah ini menjadi ikhtiar kita bersama dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan distribusi pangan berjalan lancar,” kata Khofifah saat meninjau pasar murah di Lapangan Perumnas Mojoranu, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, seperti keterangan diterima di Surabaya, Kamis (28/5).
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyediakan berbagai komoditas strategis dengan harga di bawah pasar, antara lain beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, serta telur ayam ras Rp22.000 per kemasan.
Selain itu, tersedia pula daging ayam ras Rp30.000 per kemasan, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, dan paket cabai Rp5.000 per 200 gram.
Khofifah mengatakan komoditas yang dijual dipilih berdasarkan kebutuhan utama masyarakat serta perkembangan harga di lapangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Karena itu yang kita prioritaskan adalah bahan pokok yang memang paling dibutuhkan masyarakat dan harganya harus tetap terjangkau,” katanya.
Ia menambahkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terus melakukan operasi pasar serta peninjauan langsung ke pasar tradisional guna memastikan pasokan aman dan distribusi pangan berjalan lancar.
“Hari ini kami juga meninjau pasar Banjarejo dan ternyata harga di sana relatif stabil. Ini penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Khofifah, pasar murah, operasi pasar, dan pemantauan harga secara langsung menjadi strategi terpadu untuk mengantisipasi lonjakan harga maupun gangguan distribusi pangan.
“Pasar murah, operasi pasar, dan peninjauan langsung menjadi bagian dari ikhtiar menjaga stabilitas harga," ujar dia.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memperkuat sinergi dengan Perum Bulog, distributor pangan, pelaku usaha, dan pemerintah kabupaten/kota untuk menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga pangan di daerah.
“Insyaa Allah, dengan ikhtiar yang kita lakukan bersama, pasokan pangan di Jawa Timur tetap aman, distribusi berjalan lancar, dan harga-harga tetap stabil sehingga masyarakat dapat lebih tenang dan nyaman,” katanya.
Salah seorang warga, Nethy mengaku terbantu dengan adanya pasar murah karena harga kebutuhan pokok lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
“Alhamdulillah sangat membantu kebutuhan rumah tangga pasti meningkat. Harga di sini lebih murah dan barangnya juga lengkap,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!