Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lapas Tangerang Produksi Bahan Konstruksi

📅 Rabu, 27 Mei 2026, 15:52 WIB | Oleh:
Lapas Tangerang Produksi Bahan Konstruksi Doc: ANTARA/Laily Rahmawaty
Ket. Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Banten Beni Hidayat memberikan keterangan kepada wartawan dalam kegiatan kunjungan melihat program Jawara Beton yang ada di Lapas Tangerang, Banten, Selasa (26/5).

JAKARTA -- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten, memproduksi bahan konstruksi bernilai ekonomi melalui program hilirisasi industri berbasis pemanfaatan limbah sisa pembakaran batu bara (fly ash and buttom ash/FABA).

Kepala Lapas Tangerang Beni Hidayat ditemui di Tangerang, Selasa, mengatakan program pembinaan produktif ini melibatkan 72 warga binaan dalam memproduksi bahan konstruksi seperti paving block, bataton press, roster, pagar panel, modul rumah, hingga 'tetrapod' pemecah ombak.

"Keunggulan utama dari produk ini terletak pada efisiensi biaya dan waktu konstruksi," kata Beni.

Tetrapod adalah struktur beton berkaki empat yang berfungsi sebagai pemecah gelombang (breakwater). 

Dia menjelaskan, bahan konstruksi yang diproduksi di Lapas Tangerang itu dibina oleh Jawara Beton dengan memanfaatkan limbah pembakaran batu bara dari PLTU yang dikelola oleh PLN (Persero).

Program ini diinisiasi oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto dan Direktur Utama PLN (Persero) pada 2025.

Sejak saat ini produksi bahan konstruksi berjalan hingga kini mutu bahan bangunan yang dihasilkan Jawara Beton telah menembus pasar properti nasional yang diserap langsung oleh pengembang besar seperti PT Summarecon Agung Tbk.

Bahan konstruksi Jawara Beton telah digunakan dalam proyek pembangunan fisik perumahan ASN Kementerian Imipas di wilayah Cikarang Barat dan Cikarang Pusat.

Menurut Beni, karena memanfaatkan limbah, harga jual produk Jawara Beton mampu ditekan hingga 10 persen lebih rendah dibanding harga produk konvensional di pasaran.

Pada aspek pembangunan fisik, jika struktur rumah biasa memakan waktu 15 hingga 20 hari, namun struktur rumah yang dikembangkan oleh Jawara Beton Lapas Tangerang hanya memakan waktu delapan hingga 15 jam selesai.


"Untuk struktur, fondasi, tiang-tiang, rangka, kolom semua sudah tersedia. Dan bisa disesuaikan dengan desain yang dimiliki konsumen mau tipe berapa rumahnya, sampai 78 kami punya, bertingkat pun bisa, maksimal tingkat dua," katanya.

Guna menjamin daya saing di pasar, Lapas Tangerang secara periodik sebulan sekali menguji kekuatan mekanis produknya di Laboratorium PT WIjaya Karya (WIKA) hingga mengantongi standarisasi mutu beton K300 yang kokoh.

Terkait keterlibatan warga binaan, Beni menjelaskan ada 1.500 warga binaan di Lapas Tangerang, hanya 72 orang yang dilibatkan dalam program Jawara Beton.

Mereka yang terlibat telah melewati proses asesmen ketat dan pelatihan vokasi bersama instruktur dari PLTU, WIKA serta HSP Akademi.

Beni menegaskan, edukasi ini diharapkan menjadi pemantik bagi warga binaan agar mampu memanfaatkan peluang ekonomi di lingkungan sekitar setelah bebas kelak.


Pembinaan produktif ini menjadi salah satu wujud implementasi 15 program aksi Kementerian Imipas.

Dalam program ini Lapas Tangerang menerapkan sistem premi kerja yang adil sebagai apresiasi terhadap 72 warga binaan yang terlibat. Mereka mendapatkan premi seperti upah Rp2.000 per baki (tray) hasil produksi paving block.

Skema pencairannya dibagikan secara proporsional demi masa depan warga binaan.

"Sebesar 50 persen dapat diambil langsung untuk kebutuhan harian di dalam lapas, 50 persen sisanya otomatis disisihkan ke dalam tabungan mereka sebagai modal memulai hidup baru," kata Beni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pekerja Sektor Pariwisata di Maluku Mulai Disertifikasi

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pekerja Sektor Pariwisata d...
Daerah
Musim Kemarau Membuat Garut...
Daerah
Berdayakan Warga Kurang Mam...

Alwi Obati Kekecewaan atas Kekalahan Jojo

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Alwi Obati Kekecewaan atas ...

OJK-Komdigi Bersinergi Putus Ekosistem Judi Online

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
OJK-Komdigi Bersinergi Putu...
Daerah
Gunung Semeru Kembali Erups...

Denza Luncurkan Supercar Listrik Denza Z

2 jam lalu | Ilham Sudrajat

Otomotif
Denza Luncurkan Supercar Li...
Menkeu Tegaskan Pemerintah Tak Naikan Tarif Pajak

Menkeu Tegaskan Pemerintah Tak Naikan Tarif Pajak

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.