Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pekerja Sektor Pariwisata di Maluku Mulai Disertifikasi

📅 Selasa, 14 Jul 2026, 22:12 WIB | Oleh:
Pekerja Sektor Pariwisata di Maluku Mulai Disertifikasi Doc: ist
Ket. dulang turis

AMBON - Untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja sector kepariwisataan, Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Maluku memfasilitasi sertifikasi kompetensi bagi mereka. Ini khususnya skema tenaga kerja perhotelan, sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) berdaya saing dan memenuhi standar nasional di industri pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata Maluku Melky Lohi di Ambon, Selasa, mengatakan peningkatan kompetensi SDM menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat daya saing sektor pariwisata Maluku, terutama menghadapi persaingan pasar tenaga kerja global, termasuk dalam kerangka Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

"Sertifikasi kompetensi menjadi bukti bahwa tenaga kerja kita memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar nasional yang ditetapkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dengan begitu, mereka akan lebih profesional dan memiliki daya saing yang lebih baik di industri pariwisata," katanya.

Ia menjelaskan program itu diikuti oleh 24 peserta yang berasal dari sejumlah hotel di Kota Ambon. Para peserta menjalani uji kompetensi untuk memperoleh pengakuan resmi atas kemampuan yang dimiliki sesuai standar profesi nasional.

Menurut Melky, peningkatan kualitas SDM merupakan salah satu fondasi penting dalam pengembangan sektor pariwisata di Maluku yang terus didorong pemerintah daerah.

"Pariwisata tidak hanya membutuhkan destinasi yang menarik, tetapi juga didukung SDM yang kompeten, profesional, dan mampu memberikan pelayanan berkualitas kepada wisatawan," ujar dia.

Ia melanjutkan Dispar Maluku juga terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku pariwisata seiring dengan upaya pemerintah mengembangkan destinasi unggulan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan dan investasi.

Salah satu strategi yang dilakukan, kata dia, yakni mengoptimalkan Pantai Liang dan Pantai Namalatu sebagai destinasi unggulan yang diproyeksikan menjadi percontohan pengembangan kawasan wisata berbasis investasi.

"Kita mengoptimalkan Pantai Liang dan Pantai Namalatu sebagai role model agar dilirik investor dan nantinya bisa dikembangkan juga di kabupaten dan kota lainnya," katanya.

Menurut Melky, pembangunan sektor pariwisata tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, pegiat wisata, hingga sektor pendukung lainnya.

Pihaknya juga terus menjajaki kerja sama dengan agen perjalanan, sektor transportasi, dan pelaku usaha lainnya untuk meningkatkan aksesibilitas menuju destinasi wisata di Maluku yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan.

"Kita sadari wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, kita berupaya menghadirkan paket wisata yang sesuai dengan kebutuhan dan ekspektasi wisatawan melalui kolaborasi lintas sektor," ujar dia.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, jumlah kunjungan wisatawan ke Maluku sepanjang 2025 mencapai 410.644 orang, terdiri atas 396.419 wisatawan nusantara dan 14.225 wisatawan mancanegara. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan kualitas SDM pariwisata dapat mendukung peningkatan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat daya saing sektor pariwisata Maluku di tingkat nasional maupun internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.