Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OJK-Komdigi Bersinergi Putus Ekosistem Judi Online

📅 Selasa, 14 Jul 2026, 20:55 WIB | Oleh:
OJK-Komdigi Bersinergi Putus Ekosistem Judi Online Doc: RRI/Zahrotin Aljannah
Ket. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi (tengah) dan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (kanan) usai kegiatan OJK Banking Forum 2026 di Jakarta, Selasa (14/7)

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkuat sinergi untuk memutus ekosistem judi online. Kolaborasi tersebut melibatkan industri perbankan guna memperkuat pengawasan transaksi keuangan dan menekan peredaran dana hasil perjudian daring.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan kolaborasi menjadi kunci memutus aliran dana aktivitas judi online maupun penipuan digital. Menurutnya, penguatan sistem perbankan harus berjalan beriringan dengan upaya penegakan hukum.

"Financial scam dan fraud saat ini menjadi risiko paling tinggi dan terbesar yang dihadapi konsumen keuangan di seluruh dunia. Karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi lintas sektor, lintas kementerian, lembaga, dan lain-lainnya seperti hari ini kita lakukan," kata Friderica usai kegiatan OJK Banking Forum 2026 di Jakarta, Selasa (14/7).

Friderica menjelaskan OJK bersama Komdigi terus memperkuat Indonesia Anti-Scam Center (IASC). Hingga kini, IASC telah menerima lebih dari 608 ribu laporan, memblokir lebih dari 557 ribu rekening, serta mengembalikan dana korban hampir Rp200 miliar.

Ia juga mengajak industri perbankan memperkuat manajemen risiko teknologi informasi, meningkatkan sistem pemantauan transaksi, serta memperluas edukasi kepada nasabah. Menurut dia, langkah tersebut penting agar masyarakat tidak menjadi korban judi online maupun berbagai bentuk penipuan digital.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan percepatan pemberantasan judi online merupakan arahan Presiden. Menurut dia, penanganan tidak cukup hanya memutus akses situs, tetapi juga harus menyasar seluruh ekosistem pendukungnya.

"Pemberantasan judi online harus dilakukan menyeluruh. Tdak cukup atau tidak boleh berhenti hanya kepada pemutusan akses situs saja, tetapi keseluruhan ekosistemnya," ujar Meutya.

Meutya menyampaikan Komdigi telah menindak sekitar 3,7 juta situs dan konten judi online sejak 20 Oktober 2024 hingga 12 Juli 2026. Ia berharap penguatan sinergi dengan OJK dan industri perbankan dapat mempercepat pemberantasan judi online sekaligus memperkuat ekosistem digital yang lebih sehat. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Indonesia Tertinggal 0-2 dari Tiongkok

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Tertinggal 0-2 da...

Atlet Angkat Besi Saatnya Unjuk Kekuatan di Asian Games

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Atlet Angkat Besi Saatnya U...
Megapolitan
Enam Desa Wisata Ditetapkan...
Advertisement
Pascabanjir Arosuka, Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal

Pascabanjir Arosuka, Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.