Waspadai Atrial Fibrilasi, Gangguan Irama Jantung yang Tingkatkan Risiko Stroke
📅 Selasa, 26 Mei 2026, 21:17 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA — Stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan permanen di Indonesia. Penyakit yang terjadi akibat terganggunya aliran darah ke otak ini dapat menyerang siapa saja, kapan saja, dan membutuhkan penanganan cepat untuk mencegah kerusakan otak yang lebih luas.
Dokter Spesialis Neurologi RS Pondok Indah – Pondok Indah, dr. Andre, Sp.N, menjelaskan bahwa stroke merupakan kondisi ketika suplai oksigen dan nutrisi ke sel-sel otak terhenti secara mendadak akibat gangguan pada pembuluh darah otak.
“Dalam penanganan stroke berlaku prinsip ‘Time is Brain’ karena setiap detik keterlambatan penanganan akan mengakibatkan hilangnya jutaan sel saraf yang berharga,” ujar dr. Andre dalam keterangan di Jakarta baru-baru ini.
Ia menjelaskan, dalam satu menit saat stroke terjadi, sekitar 1,9 juta neuron dan 14 miliar sinapsis otak dapat mengalami kerusakan. Kondisi tersebut bahkan setara dengan percepatan penuaan otak selama 3,1 minggu hanya dalam waktu satu menit.
“Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda dini stroke dan segera membawa pasien ke rumah sakit adalah langkah krusial untuk menyelamatkan nyawa dan meningkatkan peluang pemulihan,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara umum, stroke terbagi menjadi dua jenis, yakni stroke hemoragik dan stroke iskemik. Stroke hemoragik atau stroke perdarahan terjadi akibat pecahnya pembuluh darah yang melemah sehingga darah menumpuk dan menekan jaringan otak di sekitarnya. Hipertensi menjadi faktor risiko utama kondisi ini.
Sementara itu, stroke iskemik terjadi akibat adanya sumbatan pada pembuluh darah yang memasok darah ke otak. Sumbatan biasanya berasal dari gumpalan darah yang terbentuk di bagian tubuh lain, seperti jantung atau arteri besar di leher, kemudian terbawa aliran darah menuju otak.
Menurut dr. Andre, stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling sering ditemukan. Salah satu penyebab utama terbentuknya gumpalan darah tersebut adalah atrial fibrilasi (AF), yakni gangguan irama jantung yang membuat detak jantung menjadi tidak teratur.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Atrial fibrilasi merupakan kondisi gangguan irama jantung di mana serambi jantung berdenyut sangat cepat, lebih dari 300 kali per menit, dan tidak beraturan sehingga aliran darah menjadi lambat dan mempermudah terbentuknya gumpalan darah,” jelasnya.
Ia mengatakan, jika gumpalan darah tersebut masuk ke bilik jantung lalu dipompa menuju pembuluh darah otak, maka dapat menyebabkan stroke akut. Stroke akibat atrial fibrilasi umumnya lebih berat dan memiliki risiko kecacatan hingga kematian lebih tinggi dibandingkan penyebab stroke lainnya.
Selain meningkatkan risiko stroke, atrial fibrilasi dalam jangka panjang juga dapat memicu gagal jantung karena bilik kiri jantung tidak mampu memompa darah secara optimal ke seluruh tubuh.
Dalam upaya mengenali gejala stroke sejak dini, masyarakat diimbau memahami slogan “SEGERA KE RS”. Slogan tersebut menjadi panduan untuk mengenali tanda-tanda khas stroke, mulai dari senyum tidak simetris, gerak tubuh melemah mendadak, bicara kacau, kebas pada satu sisi tubuh, rabun mendadak, hingga sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba.
Jika salah satu gejala tersebut muncul, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan medis secepat mungkin. Pasien stroke iskemik memiliki masa emas penanganan untuk mendapatkan terapi reperfusi atau pembukaan kembali pembuluh darah yang tersumbat.
Beberapa tindakan yang dapat dilakukan di antaranya trombolisis intravena menggunakan obat penghancur bekuan darah melalui infus dan trombektomi mekanik untuk mengangkat sumbatan dari pembuluh darah otak menggunakan kateter.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!