Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembangunan LRT Velodrome-Dukuh Atas Dinilai Mampu Kurangi Kemacetan

📅 Senin, 25 Mei 2026, 13:17 WIB | Oleh:
Pembangunan LRT Velodrome-Dukuh Atas Dinilai Mampu Kurangi Kemacetan Doc: antara foto
Ket. Pembangunan LRT Veledrome-Dukuh Atas.

JAKARTA - Pengamat transportasi Deddy Herlambang menilai perpanjangan rute LRT dari Velodrome hingga Dukuh Atas mampu meningkatkan pengguna transportasi umum dan menurunkan kemacetan.

Terlebih, kata dia, apabila nantinya rute tersebut melewati pusat perbelanjaan, kampus atau sekolah. maka diyakini minat masyarakat untuk menggunakan rute tersebut semakin meningkat.

“Pasti akan efektif untuk shifting ke angkutan umum bila trase LRT Jakarta melewati tempat keramaian, seperti mall atau pasar, perkantoran, sekolah atau kampus. Bila masyarakat menggunakan transportasi umum, otomatis volume kendaraan pribadi akan berkurang,” kata Deddy saat dihubungi di Jakarta, Senin (25/5).

Kendati demikian, dia menyayangkan keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang mengutamakan pembangunan LRT rute Velodrome-Manggarai hingga Dukuh Atas.

Menurut Deddy, lahan di kawasan Dukuh Atas sudah sangat terbatas, sehingga dikhawatirkan mempersulit kondisi sekitar apabila hendak dibangun stasiun LRT.

Oleh sebab itu, dia menilai akan lebih baik apabila Pemprov DKI memprioritaskan pembangunan LRT ke area pemukiman, sehingga masyarakat akan semakin mudah mengakses transportasi publik tersebut.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan pembangunan LRT Velodrome-Manggarai rampung dan resmi beroperasi pada Agustus 2026.

Setelah pembangunan itu selesai, Pemprov DKI kemudian melanjutkan pembangunan rute tersebut hingga Dukuh Atas.

Kendati demikian, Pramono belum merinci waktu pembangunan rute tersebut. Namun apabila pembangunan rute itu selesai, maka total panjang rute tersebut bisa mencapai 14,2 kilometer.

Dia juga menyebutkan anggaran atau investasi untuk pembangunan LRT Velodrome-Dukuh Atas akan ditambah menjadi Rp2,7 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.