Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Polres Malang Dalami Ledakan Petasan di Rumah yang Tewaskan Satu Orang

📅 Minggu, 24 Mei 2026, 10:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polres Malang Dalami Ledakan Petasan di Rumah yang Tewaskan Satu Orang Doc: ANTARA
Ket. Aparat dari Satreskrim Polres Malang melakukan penyelidikan dugaan ledakan petasan di sebuah rumah di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang menewaskan pemilik berinisial S (48), Sabtu (23/5/2026).

MALANG – Kepolisian Resor (Polres) Malang masih mendalami dugaan ledakan petasan di sebuah rumah di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang menyebabkan satu korban meninggal dunia.

Kepala Seksi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinanjar, di Malang, Minggu (24/5), mengatakan saat penyelidikan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP) tim dari satuan reserse kriminal (satreskrim) turut mengamankan barang bukti satu ember berisi petasan dari lokasi kejadian.

"Barang bukti berupa petasan berbagai ukuran sudah diamankan, saat ini penyidik masih mendalami penyebab pasti ledakan termasuk asal bubuk petasan yang dipakai korban," kata Bambang.

Identitas korban tewas dalam peristiwa ledakan itu berinisial S (48) yang merupakan pemilik rumah.

Bambang menyampaikan peristiwa ledakan yang menyebabkan tewasnya S terjadi pada Sabtu (23/5) sekitar pukul 11.15 WIB.

Saat itu, warga di sekitar lokasi kejadian tiba-tiba mendengar bunyi ledakan dari dalam rumah korban. Sontak, mereka pun bergegas mendatangi lokasi sumber suara untuk melakukan pengecekan.

Setibanya di tempat kejadian warga mendapati S sudah dalam kondisi mengalami luka bakar serius pada beberapa bagian tubuh, yakni meliputi kaki, tangan, dada, perut, hingga wajah.

Setelah mendapatkan laporan itu tim dari Polres Malang bersama Polsek Kepanjen langsung dikerahkan untuk melakukan penanganan di lokasi kejadian.

Bambang menyampaikan setibanya di TKP pihaknya langsung membantu mengevakuasi korban menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan, Kabupaten Malang, agar secepatnya mendapatkan penanganan secara medis tetapi sekitar dua jam kemudian S dinyatakan meninggal dunia.

Polisi juga sempat mengajukan permintaan visum dan autopsi untuk kepentingan penyelidikan, namun hal itu ditolak oleh keluarga korban.

"Keluarga korban menerima peristiwa ini dan tidak menghendaki dilakukan autopsi. Meski demikian, penyelidikan tetap kami lanjutkan untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian ini," kata Bambang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Masa Depan Bursa Dipertaruhkan

12 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Luar Negeri
Prancis Konfirmasi Kasus Eb...

Data Biometrik SIM Benarkah Mampu Meningkatkan Keamanan

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Data Biometrik SIM Benarkah...
Daerah
Perilaku Konsumtif dan Kebi...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.