Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lebak Panen Besar, Ribuan Ton Beras Mengalir dalam Empat Bulan

📅 Minggu, 24 Mei 2026, 21:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lebak Panen Besar, Ribuan Ton Beras Mengalir dalam Empat Bulan Doc: ANTARA/ Mansur
Ket. Produksi beras medium dari pabrik penggilingan di Kecamatan Warunggunung Kabupaten Lebak dipasok ke Pasar Rangkasbitung dari hasil panen petani setempat.

LEBAK – Optimalisasi produksi beras menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan pertumbuhan jumlah penduduk.

Peningkatan produktivitas tidak hanya bergantung pada perluasan lahan tanam, tetapi juga pada penggunaan teknologi pertanian, kualitas benih, irigasi, serta kepastian distribusi pupuk dan dukungan pembiayaan bagi petani.

Selain untuk menjaga stabilitas pasokan, produksi beras yang optimal juga berperan penting dalam menekan inflasi pangan dan mengurangi ketergantungan impor.

Namun, tantangan utamanya adalah rendahnya regenerasi petani, tingginya biaya produksi, serta cuaca ekstrem yang semakin sulit diprediksi.

Karena itu, kebijakan pangan perlu diarahkan tidak hanya pada target produksi jangka pendek, tetapi juga pada penguatan ekosistem pertanian yang berkelanjutan dan efisien.

Produksi beras di Kabupaten Lebak, Banten sejak Januari sampai April 2026 menembus 157.748 ton, sehingga memenuhi ketersediaan pangan masyarakat dan peningkatan ekonomi keluarga petani.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dodi Hermawan di Lebak, Minggu (24/5), mengatakan persediaan beras di daerah ini melimpah dari hasil panen hingga menghasilkan produksi pangan sebanyak 157.748 ton dengan perincian Januari 47.140, Februari 43.848 ton, Maret 31.020 ton dan April 35.032 ton.

Pemerintah daerah mendorong agar petani terus mengoptimalkan gerakan percepatan tanam guna mendukung program swasembada pangan.

Karena itu, pihaknya menargetkan percepatan tanam pada Mei 2026 seluas 17.000 hektare.

"Kami minta petani dapat melebihi target tanam 17.000 hektare, karena curah hujan relatif tinggi," kata Dodi.

Koordinator Petugas Penyuluh Lapang (PPL) Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak Dike mengatakan, pihaknya menginstruksikan ke seluruh gabungan kelompok tani (Gapoktan) di wilayahnya agar percepatan tanam guna menghindari kemarau panjang pada Juni mendatang.

Saat ini, curah hujan relatif tinggi karena memasuki musim peralihan cuaca.

"Kita berharap musim hujan ini dapat dimanfaatkan dengan percepatan tanam guna menghindari musim kemarau," katanya menjelaskan.

Sementara itu, Misbah, seorang petani Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak mengaku dirinya bersama petani lain di wilayahnya diperkirakan sudah menanam padi seluas 50 hektare

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Luar Negeri
AS Amankan Kendali Penuh Mi...
Nasional
Pemerintah Bahas Upaya Perl...
Luar Negeri
Sebut Kuba 'Negara Gagal', ...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.