Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Prabowo Kirim Sapi Kurban untuk Warga Pulau Terluar Indonesia di Natuna

📅 Sabtu, 23 Mei 2026, 11:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Presiden Prabowo Kirim Sapi Kurban untuk Warga Pulau Terluar Indonesia di Natuna Doc: ANTARA
Ket. Dawang, sapi kurban bantuan Presiden RI Prabowo Subianto untuk Pulau Laut, Natuna bersama pemiliknya Mondosia di Kecamatan Bunguran Timur pada Mei 2026.

NATUNA - Seekor sapi kurban bantuan Presiden RI Prabowo Subianto dikirim ke Pulau Laut, sebuah pulau kecil di ujung utara Indonesia, yang masuk dalam wilayah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (20/5).

Bagi sebagian orang di kota besar, sapi kurban presiden mungkin hanya berita seremonial tahunan. Namun bagi masyarakat Pulau Laut, kedatangan sapi itu memiliki makna yang jauh lebih dalam.

Sapi itu bukan sekadar hewan kurban, tapi adalah tanda bahwa negara masih mengingat mereka.

Kabar tentang bantuan sapi presiden sebenarnya sudah lebih dulu menyebar dari mulut ke mulut. Dari warung kopi hingga pelantar rumah warga, orang-orang mulai membicarakan satu hal yang sama: Pulau Laut akhirnya mendapat sapi kurban presiden untuk pertama kalinya.

Di pulau perbatasan seperti itu, kabar kecil bisa menjadi peristiwa besar.

Sapi tersebut dibeli dari seorang peternak lokal di Kecamatan Bunguran Timur bernama Mondosia. Di kandang sederhana miliknya yang berada cukup jauh dari permukiman warga, pria itu merawat sapi-sapinya dengan cara yang nyaris tidak berubah selama bertahun-tahun.

Sapi jantan miliknya bahkan sering dipinjam peternak lain untuk mengawini sapi betina mereka.

Tak banyak yang menyangka, dari kandang sederhana di Natuna itulah lahir sapi yang kemudian menempuh perjalanan panjang menuju pulau terluar Indonesia.

Menjelang keberangkatan, suasana pelabuhan perlahan berubah tegang. Petugas mulai mengatur posisi warga, memastikan jalur pemindahan sapi tetap aman.

Ketika tubuh besar sapi itu akhirnya bergerak naik ke pompong, semua mata tertuju ke satu arah. Beberapa orang menahan napas.

Kayu kapal berderit pelan saat menahan bobot 879 kilogram itu. Ombak kecil membuat kapal bergoyang sebelum perlahan menjauh dari dermaga.

Di atas kapal, tim DKPP Natuna dan petugas Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau terus memantau kondisinya. Pengawasan terhadap sapi tersebut sebenarnya sudah dimulai sejak April 2026, setelah ditetapkan sebagai hewan kurban presiden.

Dokter hewan rutin memeriksa kondisi fisik dan memastikan asupan pakan sesuai kebutuhan.

Menjelang sore, Pulau Laut akhirnya terlihat dari kejauhan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
  • Warga Asing Asal Aljazair Ini Bikin Geger, Lakukan Ritual Berendam di Danau Sunter
    Dia sedang melakukan ritual/ibadah sesuai kepercayaannya, knp kalian ...

Transaksi video commerce meningkat

16 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Transaksi video commerce me...
Megapolitan
Pegadaian Salurkan 1.000 Pa...
MARITIM

Tiongkok Mulai Kuasai Rute Maritim Arktik

24 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Tiongkok Mulai Kuasai Rute ...

Pengaspalan jalan pertanian di Kendari

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pengaspalan jalan pertanian...
Luar Negeri
Intelijen Spanyol Pastikan ...
Luar Negeri
Warga Jepang Dukung Pembata...
Nasional
Penutupan Muktamar Nahdlatu...
Advertisement
Indonesia-Singapura Umumkan Penggunaan Mata Uang Lokal untuk Transaksi Bilateral

Indonesia-Singapura Umumkan Penggunaan Mata Uang Lokal untuk Transaksi Bilateral

01 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.