Peneliti Muda Didorong Kembangkan Pangan Fungsional Berbasis Potensi Lokal
Sabtu, 23 Mei 2026, 15:15 WIB | Oleh: Haryo BronoStefanus menegaskan Indofood memandang kolaborasi dengan kalangan akademik sebagai elemen penting dalam membangun ekosistem penelitian yang kredibel.
Dalam dua dekade pelaksanaannya, IRN secara konsisten mengangkat tema penelitian yang relevan dengan masa depan pangan Indonesia, salah satunya penelitian pangan fungsional berbasis potensi dan kearifan lokal.
Purwiyatno menilai Indonesia memiliki kekayaan pangan lokal dan pangan fungsional yang sangat besar serta berpotensi dikembangkan menjadi solusi pangan masa depan.
“Tantangannya adalah bagaimana riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi mampu mentransformasi potensi tersebut menjadi solusi pangan masa depan yang dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus menggerakkan roda ekonomi,” ujarnya.
Bangun Jejaring Alumni Lintas Generasi
Selama 20 tahun perjalanan program, IRN juga berhasil membangun jejaring alumni lintas generasi dan lintas daerah yang kini berkiprah di berbagai sektor, mulai dari peneliti, akademisi, profesional, entrepreneur, hingga penggerak inovasi pangan.
Salah satu alumni IRN, Fenny Martha Dwivany, mengatakan pengalaman mengikuti IRN turut membentuk pola pikir kritis dan sistematis dalam perjalanan kariernya sebagai peneliti.
“IRN ikut membekali saya untuk bertumbuh menjadi peneliti yang kritis, sistematis, dan selalu mengedepankan semangat kolaboratif untuk inovasi yang berdampak,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan alumni IRN 2017, Mariska Priscilla, yang kini bergabung dalam tim riset dan pengembangan Indofood. Ia menilai pendampingan bersama tim pakar selama mengikuti IRN membentuk pola pikir yang lebih solutif sehingga riset tidak hanya dipandang sebagai teori, tetapi juga solusi yang relevan bagi kebutuhan industri dan masyarakat.
Sementara itu, alumni IRN 2023, Ratu Salsabila Astrakusuma, yang kini melanjutkan kiprahnya sebagai scientific research enthusiast di Lille, Prancis, menilai IRN memberikan fondasi keberanian untuk mengembangkan inovasi pangan yang berdaya saing.
IRN 2026–2027 Kembali Dibuka
Pada tahun ini, Program Indofood Riset Nugraha kembali dibuka untuk mahasiswa S1 di seluruh Indonesia melalui rangkaian program IRN 2026–2027.
Program akan diawali dengan kegiatan sosialisasi ke berbagai universitas dan perguruan tinggi pada Juni 2026. Selanjutnya, pendaftaran dibuka hingga akhir Agustus 2026 dan dilanjutkan dengan proses seleksi oleh tim pakar IRN.
Pengumuman penerima dana riset dijadwalkan berlangsung pada pertengahan September 2026. Sebagai puncak kegiatan, Indofood akan menggelar signing ceremony IRN 2026–2027 serta Simposium Pangan Nasional IRN pada Oktober 2026 sebagai ruang apresiasi dan diskusi untuk mendorong lahirnya inovasi pangan yang relevan bagi masa depan Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!