Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DLHK Depok: Taman Keanekaragaman Hayati UIII bisa Jadi Kawasan Ekowisata

📅 Sabtu, 23 Mei 2026, 18:14 WIB | Oleh:
DLHK Depok: Taman Keanekaragaman Hayati UIII bisa Jadi Kawasan Ekowisata Doc: ANTARA/Feru Lantara
Ket. Penanaman pohon bersama di kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Kota Depok Jawa Barat.

DEPOK - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Jawa Barat, menilai Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dapat menjadi kawasan ekowisata.

“Nanti secara langsung maupun tidak langsung akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala DLHK Kota Depok Reni Siti Nuraeni di Depok, Sabtu.

Ia mengatakan kerja sama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan UIII dalam pembentukan Taman Kehati menjadi keuntungan besar bagi Kota Depok karena perekonomian akan bergerak maju.

“Kalau nanti UIII ditetapkan menjadi kawasan Taman Kehati, otomatis Kota Depok memiliki Taman Kehati yang dapat mendukung pelestarian lingkungan, konservasi keanekaragaman hayati, hingga pengembangan ruang terbuka hijau,” ujarnya.

Reni menilai UIII memiliki berbagai komponen pendukung yang menjadikan kawasan tersebut layak dijadikan Taman Kehati.

Salah satunya memiliki luas lahan minimal tiga hektare yang merupakan syarat pembangunan Taman Kehati.

Tidak hanya itu, lanjut Reni, kawasan UIII juga memiliki sungai yang telah dikelola bersama. Serta, kawasan Setu yang berfungsi sebagai daerah resapan.

Sementara itu Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Jamhari Makruf mengatakan sudah mengalokasikan beberapa lahan untuk Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) yang disebut sebagai Nature Sanctuary.

"Jadi namanya hutan alam yang kita harap itu menjadi sanctuary, tempat yang nyaman, tempat yang teduh sehingga orang bisa nyaman tinggal maupun berjalan jalan di situ," katanya.

Jadi lanjut dia, konsep Taman Kehati sudah lama sejak kami membangun UIII sudah ada, sudah siapkan dan kawasan ke kampus ini juga sudah didesain untuk lingkungan yang asri.

"Ada khusus untuk buah buahan, ada khusus untuk tanaman tanaman keras khas Indonesia, ada bunga, bunga dan seterusnya, di pinggir jalan ada pohon rambai, tabebuya, ada macam macam terus kemudian juga ada pohon matoa, ada mahoni dan seterusnya," katanya.

Dikatakannya, konsep Taman Kehati, sekitar 5 hektare yang ditanami dengan berbagai jenis tanaman sebagai tempat pertama edukasi bagi pelajar, bagi orang umum untuk melihat keragaman hayati.

Lebih lanjut Rektor mengatakan Kementerian Lingkungan Hidup akan membantu memberikan pohon-pohon untuk ditanam, kemudian ada orang yang merawatnya.

Di kawasan UIII hingga saat ini masih ada rusa liar sekitar 8-10 ekor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Pemerintah Kota Semarang Ka...
Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Dorong ...
Luar Negeri
Pemimpin G7 Sepakat Kurangi...
Nasional
PT KAI Layani 24,37 Juta Pe...
Ekonomi
Menpar Targetkan Kunjungan ...
Olahraga
Sabalenka Melenggang ke Per...
Nasional
PT KAI Alokasikan 331.463 T...
Daerah
PT KAI Kelola 476,460 Kilom...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
Harry Kane Pimpin Inggris Hancurkan Kroasia 4-2 di Laga Grup L Piala Dunia

Harry Kane Pimpin Inggris Hancurkan Kroasia 4-2 di Laga Grup L Piala Dunia

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.