Pemerintah Pacu Pembiayaan UMKM Lewat Skema ACCES
📅 Jumat, 22 Mei 2026, 21:55 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Penyaluran pembiayaan bagi usaha menengah menjadi faktor penting dalam menjaga ekspansi bisnis dan memperkuat daya tahan sektor produktif di tengah tantangan ekonomi.
Kelompok usaha menengah memiliki peran strategis karena mampu menyerap tenaga kerja, memperluas rantai pasok industri, serta menjadi penghubung antara usaha kecil dan korporasi besar.
Namun, akses pembiayaan bagi sektor ini masih sering terkendala agunan, kapasitas usaha, dan tingkat risiko yang dinilai lebih tinggi oleh lembaga keuangan.
Karena itu, perluasan skema pembiayaan yang lebih fleksibel dan berbasis produktivitas menjadi kunci agar usaha menengah dapat tumbuh lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menargetkan penyaluran pembiayaan bagi usaha menengah mencapai Rp70 miliar melalui program Accelerating Capital Resources for Medium Enterprises (ACCES) 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza dikutip dari keterangan pers di Jakarta, Jumat (22/5), mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas akses pembiayaan dan investasi bagi pelaku usaha menengah agar lebih kompetitif dan mampu naik kelas.
“Usaha menengah merupakan jembatan antara usaha mikro dan kecil dengan korporasi besar. Kelompok ini menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, sekaligus inovasi, namun masih menghadapi tantangan besar dalam akses pembiayaan,” ujar Helvi saat Kick Off ACCES 2026 di Jakarta, Kamis (21/5).
Ia menambahkan Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya UMKM sebagai fondasi kekuatan ekonomi nasional sekaligus motor lahirnya pengusaha besar baru di Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun ACCES 2026 menghadirkan skema terintegrasi mulai dari profiling usaha, edukasi, pendampingan, hingga business matching dengan lembaga pembiayaan.
Helvy menyebut melalui program ini, pengusaha menengah tidak hanya memperoleh akses pendanaan, tetapi juga dipersiapkan agar lebih layak mendapatkan pembiayaan dan menarik bagi investor.
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman menambahkan program ini menggandeng 29 lembaga keuangan, baik perbankan maupun nonperbankan, dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Ia menyebut pada 2025 program ACCES telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp53,3 miliar kepada 56 pengusaha menengah. Pada 2026, target penyaluran ditingkatkan menjadi Rp70 miliar.
Selain memperluas akses pembiayaan, Kementerian UMKM juga terus mendorong penguatan ekosistem melalui pengembangan klaster usaha untuk meningkatkan skala dan kapasitas pelaku UMKM.
Pengusaha menengah dapat mendaftarkan diri melalui laman http://www.accescapital.id dengan peluang memperoleh pendanaan hingga Rp20 miliar per pelaku usaha.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!