Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pejabat AS: Penjualan Senjata ke Taiwan Dihentikan Sementara Karena Perang Iran

📅 Jumat, 22 Mei 2026, 11:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pejabat AS: Penjualan Senjata ke Taiwan Dihentikan Sementara Karena Perang Iran Doc: AFP via Taipei Times
Ket. Sebuah sistem rudal PAC-3 Patriot terlihat dalam latihan kesiapan tempur di Pangkalan Udara Ching Chuan Kang di Taichung, Taiwan pada 8 Januari tahun lalu.

WASHINGTON - Pelaksana tugas Menteri Angkatan Laut AS mengatakan penjualan senjata ke Taiwan telah "dihentikan sementara" untuk memastikan bahwa militer Amerika memiliki amunisi yang cukup untuk operasi mereka di Iran.

Saat ditanya dalam sidang kongres mengenai pembelian senjata senilai 14 miliar dolar AS oleh Taiwan yang terhenti , pelaksana tugas menteri Hung Cao pada hari Kamis (21/5) mengatakan, "saat ini kami sedang menunda pembelian untuk memastikan kami memiliki amunisi yang dibutuhkan untuk Epic Fury -- dan kami memiliki persediaan yang cukup."  

"Namun, kami hanya memastikan memiliki semuanya, kemudian penjualan militer ke luar negeri akan berlanjut ketika pemerintah menganggap perlu."

Departemen Luar Negeri AS dan Pentagon tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai pernyataan Cao.

Presiden AS Donald Trump belum berkomitmen melanjutkan penjualan tersebut, sehingga menimbulkan kekhawatiran atas komitmennya untuk mendukung Taiwan, yang diklaim Tiongkok sebagai wilayahnya.

Menjelang kunjungan kenegaraannya baru-baru ini ke Tiongkok, Trump mengatakan akan berbicara dengan Presiden Xi Jinping tentang penjualan senjata, sebuah perubahan dari sikap Washington sebelumnya yang bersikeras tidak akan berkonsultasi dengan Beijing mengenai masalah tersebut.

Setelah itu, dia mengatakan belum membuat komitmen apa pun kepada Xi tentang Taiwan dan akan membuat keputusan tentang penjualan senjata "dalam jangka waktu yang cukup singkat ke depan."

Amerika Serikat hanya mengakui Beijing, tetapi berdasarkan hukum AS diwajibkan untuk menyediakan senjata kepada negara demokrasi yang memerintah sendiri itu untuk pertahanannya.

Tiongkok telah bersumpah untuk merebut pulau itu dan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan, meningkatkan tekanan militer dalam beberapa tahun terakhir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

YLKI Desak Pemerintah Turun Tangan Atasi Persoalan Listrik

31 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
YLKI Desak Pemerintah Turun...

Menhub dan Gubernur Jakarta Resmikan Stasiun JIS

39 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Megapolitan
Menhub dan Gubernur Jakarta...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp72.650/...

Sukses Tidak Harus dari Tempat Mewah

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Rona
Sukses Tidak Harus dari Tem...
Nasional
PKP Usulkan Pembangunan 412...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.