Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gelombang Kedua PSEL Dimulai, Puluhan Investor Mulai Bergerak

📅 Jumat, 22 Mei 2026, 20:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gelombang Kedua PSEL Dimulai, Puluhan Investor Mulai Bergerak Doc: ANTARA FOTO/ Mohammad Ayudha
Ket. Ilustrasi - Instalasi pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) Putri Cempo di Solo, Jawa Tengah.

JAKARTA – Investasi program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) mencerminkan upaya mengubah persoalan lingkungan menjadi sumber nilai ekonomi dan energi alternatif.

Program ini dinilai strategis karena dapat mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus mendukung ketahanan energi melalui pemanfaatan limbah perkotaan.

Namun, realisasi investasi PSEL masih menghadapi tantangan besar, mulai dari kebutuhan biaya awal yang tinggi, kepastian regulasi, hingga skema tarif listrik yang harus menarik bagi investor.

Karena itu, keberhasilan proyek PSEL sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, swasta, dan kesiapan teknologi agar proyek tidak berhenti pada tahap perencanaan semata.

Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) mengumumkan 85 peserta yang dinyatakan lulus seleksi dalam Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) untuk pemilihan mitra kerja sama Badan Usaha Pengembang dan Pengelola Pengolah Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menjadi Energi Listrik (BUPP PSEL).

Pelaksanaan itu merupakan bagian dari gelombang seleksi kedua, setelah seleksi mitra pada gelombang pertama untuk tiga lokasi terdahulu yaitu Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Denpasar Raya.

Director Investment DIM sekaligus CEO PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) Fadli Rahman dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (22/5), mengatakan peningkatan jumlah peserta dari lokal maupun mancanegara menegaskan bahwa program PSEL memiliki daya tarik investasi yang kuat dan dijalankan dengan tata kelola yang kredibel.

“Kami terus berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh proses seleksi mitra PSEL dilakukan secara transparan dan kompetitif, sehingga menghasilkan mitra yang mampu mendukung pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkontribusi dalam penyelesaian darurat sampah di Indonesia,” ujar Fadli.

Selanjutnya, ia mengatakan DIM akan menerbitkan Terms of Reference (ToR) kepada 85 peserta yang dinyatakan lulus seleksi DPT BUPP PSEL, dan akan menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan prosedur tahapan selanjutnya dalam pemberitahuan terpisah.

Sebelumnya, Danantara telah membuka kesempatan bagi badan usaha nasional maupun internasional yang memiliki pengalaman, kapasitas, dan kapabilitas dalam pengembangan proyek PSEL untuk mengikuti proses pembentukan DPT sebagai tahap prakualifikasi.

"Perusahaan yang masuk dalam DPT akan menjadi calon mitra yang berpotensi dilibatkan dalam pengembangan proyek PSEL di Indonesia pada tahap selanjutnya,” ujar Fadli.

Secara keseluruhan, DPT gelombang kedua terdiri dari 85 entitas, dengan penetapan DPT gelombang kedua memiliki penambahan perusahaan dan konsorsium baru, serta mencakup peserta dari gelombang pertama.

"Peningkatan signifikan dari 24 peserta pada gelombang pertama menjadi 85 peserta pada gelombang kedua mencerminkan tingginya minat dan kepercayaan pelaku usaha terhadap program PSEL yang akan dikelola oleh PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), anak perusahaan DIM," ujar Fadli.

DPT gelombang kedua juga menunjukkan semakin luasnya partisipasi global, dengan keikutsertaan perusahaan dan konsorsium dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Singapura, India, Korea Selatan, Cina, Jepang dan Perancis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Intervensi Terpadu untuk Me...
Megapolitan
Tim Catur DKI Jakarta Gelar...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.